Bantuan Sembako Banyak yang Rusak, Legislator Ini Minta Ganti Uang Tunai
Minggu, 10 Mei 2020 - 17:59 WIB
loading...
Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Golkar, Edi Rusyandi. Foto/Dok.Pribadi
A
A
A
BANDUNG - Pemprov Jabar diminta segera membereskan persoalan data keluarga miskin penerima bantuan jaringan pengaman sosial COVID-19.
Jangan sampai karena data belum fix jadi menghambat proses pendistribusian. Padahal di lapangan masyarakat berharap agar bantuan tersebut segera diserahkan.
"Pendataan yang dilakukan oleh Pemprov Jabar untuk alokasi bansos bagi masyarakat terdampak COVID-19 belum beres, sementara belanja sembako untuk bantuan sudah. Akibatnya bantuan paket sembako tertahan di daerah, karena data penerimanya masih belum jelas," kata anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat dari Dapil Kabupaten Bandung Barat (KBB) Edi Rusyandi, Minggu (10/5/2020).
Dia mencontohkan, informasi yang didapat di Kabupaten Garut ada lebih dari empat ton telur bantuan paket sembako dari gubernur yang telah membusuk dan harus diganti.
Bantuan sembako berupa beras, mie instan, telur, vitamin, minyak sayur, gula, dan terigu tersebut, rencananya untuk 47.983 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun hingga Sabtu (9/5/2020) masih tertahan di gudang Bulog Garut akibat data penerima belum valid.
Jangan sampai karena data belum fix jadi menghambat proses pendistribusian. Padahal di lapangan masyarakat berharap agar bantuan tersebut segera diserahkan.
"Pendataan yang dilakukan oleh Pemprov Jabar untuk alokasi bansos bagi masyarakat terdampak COVID-19 belum beres, sementara belanja sembako untuk bantuan sudah. Akibatnya bantuan paket sembako tertahan di daerah, karena data penerimanya masih belum jelas," kata anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat dari Dapil Kabupaten Bandung Barat (KBB) Edi Rusyandi, Minggu (10/5/2020).
Dia mencontohkan, informasi yang didapat di Kabupaten Garut ada lebih dari empat ton telur bantuan paket sembako dari gubernur yang telah membusuk dan harus diganti.
Bantuan sembako berupa beras, mie instan, telur, vitamin, minyak sayur, gula, dan terigu tersebut, rencananya untuk 47.983 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun hingga Sabtu (9/5/2020) masih tertahan di gudang Bulog Garut akibat data penerima belum valid.
Lihat Juga :