Suasana Pembelajaran Tatap Muka Siswa dan Guru di Madiun
Senin, 09 November 2020 - 08:40 WIB
loading...
Suasana saat berlangsung pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 2 Madiun.Foto/Arif Wahyu Efendi
A
A
A
MADIUN - Pertama kali sejak pandemi COVID-19, ribuan siswa dan guru di Madiun melaksanakan pembelajaran tatap muka , Senin (9/11/2020). Sebelumnya, para siawa dan guru tersebut dirapid test oleh Dinas Kesehatan setempat.
Pembelajaran tatap muka ini mulai berlangsung setelah hampir delapan bulan siswa belajar di rumah secara daring. Seperti yang terlihat di SMP Negeri 2 Kota Madiun, wajah-wajah siswa penuh ceria ketika memasuki gerbang sekolah dan ruang kelas.
Pada pembelajaran tatap muka ini, setiap kelas hanya diisi 12 hingga 15 siswa atau sepatuh dari jumlah normal per kelas. Jam belajar nya pun hanya dibatasi tiga jam dari pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.(Baca juga: Kerja Keras Warga Mojokerto, Ubah Sungai Kumuh Jadi Kolam Ikan )
Protokol kseehatan pun diterpkan secara ketat. Setiap siswa maupun guru yang akan masuk diperiksa terlebih dahulu suhu tubuhnya. Cuci tangan dan memakai masker menjadi sesuai yang wajib.
Salah seorang siswa, Alya Shafiya, mengaku senang bisa kemballi masuk kelas. "Senang pastinya. Selain rindu dengan teman dan guru, belajar langsung di kelas akan lebih mudah menerima materi pelajaran," ujarnya. hal serupa diungkapkan siswa lain, Bintang Drajat.
Pembelajaran tatap muka ini mulai berlangsung setelah hampir delapan bulan siswa belajar di rumah secara daring. Seperti yang terlihat di SMP Negeri 2 Kota Madiun, wajah-wajah siswa penuh ceria ketika memasuki gerbang sekolah dan ruang kelas.
Pada pembelajaran tatap muka ini, setiap kelas hanya diisi 12 hingga 15 siswa atau sepatuh dari jumlah normal per kelas. Jam belajar nya pun hanya dibatasi tiga jam dari pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.(Baca juga: Kerja Keras Warga Mojokerto, Ubah Sungai Kumuh Jadi Kolam Ikan )
Protokol kseehatan pun diterpkan secara ketat. Setiap siswa maupun guru yang akan masuk diperiksa terlebih dahulu suhu tubuhnya. Cuci tangan dan memakai masker menjadi sesuai yang wajib.
Salah seorang siswa, Alya Shafiya, mengaku senang bisa kemballi masuk kelas. "Senang pastinya. Selain rindu dengan teman dan guru, belajar langsung di kelas akan lebih mudah menerima materi pelajaran," ujarnya. hal serupa diungkapkan siswa lain, Bintang Drajat.
Lihat Juga :