Polesan Gizi Kedelai di Pusaran Kelompok Urban

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 13:22 WIB
loading...
A A A
(Baca juga: Sinergi Bergizi Bersama UMKM Menjaga Ekonomi )

Kini, perlahan Surabaya mampu keluar dari zona merah penularan COVID-19 . berbagai upaya yang sudah dilakukan, termasuk memberikan asupan makanan bergizi bagi warga kota menjadi pembeda untuk bisa terbebas dari penularan.

Pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Rimbawan menuturkan, kandungan gizi kedelai mengandung protein sebanyak 36-56% dari berat keringnya. Apalagi kedelain merupakan sumber protein tang memiliki kualitas baik. "Beberapa penelitian menunjukan bahwa mengkonsumsi protein kedelai berhubungan dengan penurunan kadar kolesterol," katanya.

Selain itu, kedelai juga mengandung serat yang cukup. Serat yang terkandung dalam kedelai bisa difermentasi oleh bakteri kolon dan membantu pembentukan short-chain fatty acid (SCFAs). "Jadi kandungannya bisa meningkatkan kesehatan usus dan mengurangi risiko kanker kolon," sambungnya.

Tak heran, katanya, kedelai bisa meningkatkan imunitas. Bahkan, kandungan gizi kedelai juga bisa meningkatkan vitamin dan mineral. Semua itu diperoleh dalam kandungan kedelai yang memiliki sifat molibdenum atau berfungsi sebagai kofaktor beberapa jenis enzim penting.

" Kedelai juga membentuk vitamin K yang terkandung dalam legumes atau phyllaquinone yang memegang peranan penting dalam pembekuan darah," jelasnya. (Baca juga: Drama Resolusi Jihad, Penampilan Spesial di Hari Santri )

Konsumsi kedelai juga memberikan manfaat besar bagi kelompok lansia maupun sektor rentan lainnya. Semua itu tak lepas dari efek ketika mengkonsumsi kedelai yang bisa menurunkan risiko osteoporosis pada wanita yang telah mengalami menopause. Para penderita penyakit komorbit juga bisa memaksimalkan kedelai . Apalagi angka kematian COVID-19 disebabkan penyakit penyerta atau komorbid yang diderita.

" Kedelai bisa menurunkan risiko penyakit jantung, risiko kanker payudara dan prostat. Serta mengontrol berat badan dan kesehatan kulit," sambungnya.

Rimabawan juga menjelaskan, informasi tantang kedelai banyak yang salah kaprah. Derasnya arus informasi di media sosial seringkali mengacaukan fakta sesungguhnya dari kedelai dan produk turunan lainnya.

"Harus diakui tempe , salah satu olahan fermentasi dari tempe bergizi tinggi dan terus diminati dunia. Di Jepang saja sudah banyak yang mengembangkan tempe , beberapa negara yang ada di juga ikut mengembangkan," katanya.

(Baca juga: Sentra Pasar Burung dan Batu Akik, Ceruk Ekonomi Baru Eks Lokalisasi Dolly )

Tempe dan tahu bagi masyarakat Indonesia menjadi menu wajib yang harus ada di meja makan. Keduanya menjadi menu utama masyarakat dalam menjaga asupan gizi, harganya yang murah dibanding ikan ataupun daging menjadi salah satu alasan kuat.

Dari kedelai yang dibuat menjadi tempe dan tahu untuk memenuhi gizi masyarakat, muncul banyak generasi di negeri ini yang terus memberikan kontribusi. Mereka tidak pernah berhenti meneruskan estafet kepemimpnan bangsa dengan luhur dan budi pekerti.

(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UAD Yogyakarta: Hak...
UAD Yogyakarta: Hak Imunitas Halangi Penegakan Hukum dan Buat Jaksa Tak Tersentuh
Hadiri IDC, Ridwan Kamil...
Hadiri IDC, Ridwan Kamil Sebut Pandemi Covid-19 Percepat Disrupsi Digital
Jus Pala, Inovasi Bisnis...
Jus Pala, Inovasi Bisnis UMKM saat Pandemi Covid-19 yang Kini Kian Berkembang
Awas! Ada Peningkatan...
Awas! Ada Peningkatan Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul
Vaksin Covid-19 Penguat...
Vaksin Covid-19 Penguat di Kepri Tinggal Tersisa 10 Ribu Dosis
Di Hadapan Ribuan Babinsa,...
Di Hadapan Ribuan Babinsa, Menhan Prabowo Puji Cara Presiden Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
Hantavirus Mengancam,...
Hantavirus Mengancam, Ini 5 Cara Efektif Menjaga Imunitas Tubuh
Madu dan Jeruk Tingkatkan...
Madu dan Jeruk Tingkatkan Imunitas di Cuaca Ekstrem? Ini Kata Dokter
3 Peneliti Sistem Kekebalan...
3 Peneliti Sistem Kekebalan Tubuh dari AS dan Jepang Raih Nobel Kedokteran
Rekomendasi
Mesir Laporkan Wasit...
Mesir Laporkan Wasit ke FIFA dan Minta Investigasi Keputusan Francois Letexier
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
Berita Terkini
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
Kunjungi Candi Prambanan,...
Kunjungi Candi Prambanan, Prabowo Pamerkan Mahakarya Peradaban Dunia ke PM Modi
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved