Dalam 11 Menit, Terjadi Empat Kali Guguran di Gunung Merapi

loading...
Dalam 11 Menit, Terjadi Empat Kali Guguran di Gunung Merapi
Pernyataan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terkait peningkatan aktivitas Merapi terus terlihat. Dokumen/SINDOnews
YOGYAKARTA - Pernyataan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terkait peningkatan aktivitas Merapiterus terlihat. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan aktivitas gempa guguran yang terjadi siang ini.

Dalam durasi 11 menit, BPPTKG mencatat terjadi 4 kali gempa guguran. Namun demikian amplitudo sangat kecil. "Memang ada guguran meskipun amplitudo kecil pada pukul 10.11 WIB , 10.18 WIB , 10.22 WIB , 10.23 WIB," terang Kepala BPPTKG Hanik Humaida kepada wartawan, Selasa (27/2020).

Dijelaskannya berdasarkan laporan pengamatan Merapi sejak pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB diketahui untuk kegempaan terjadi gempa Guguran sebanyak 10 kali dengan Amplitudo : 3-48 mm, dan durasi 11.3-57.8 detik.

Kemudian terjadi 21 kali gempa hembusan dengan amplitudo: 2-13 mm, dan durasi 10.9-23.5 detik serta gempa vulkanik dangkal sebanyak 4 kali dengan amplitudo 51-80 mm dan durasi 15.8-45.9 detik.



Hanik mengungkapkan, aktivitas Merapi saat ini sangat berbeda dengan erupsi tahun 2006 dan 2010 lalu. Erupsi saat ini merupakan bagian dari rangkaian erupsi yang panjang, dimulai sejak bulan Mei tahun 2018 dimana erupsi Merapi didominasi dengan gas dan sifatnya eksplosif tetapi indeks eksplosivitasnya rendah (skala 1). (Baca: Demonstran Mulai Bergerak, Jalur Sidoarjo-Surabaya Macet).

Bila indeks eksplosivitas saat ini dibandingkan dengan tahun 2010, maka rangkaian erupsi saat ini sebesar 1/1000, dan jika dibandingkan dengan erupsi tahun 2006 maka indeks eksplosivitas saat ini adalah 1/100. "Sampai saat ini aktivitas masih terus berlanjut, data-data seismisitas, deformasi dan gas masih di atas normal," katanya.

Lebih lanjut, berdasarkan data pemantauan, pasca letusan tanggal 21 Juni 2020 teramati deformasi berupa pemendekan jarak EDM dari Pos Babadan yang diiringi dengan peningkatan aktivitas kegempaan. (Baca: Banjir dan Longsor Terjang Pangandaran, 2 Warga Tewas Tertimbun).



Saat ini aktivitas vulkanik semakin intensif dengan kejadian rata-rata gempa vulkanik dangkal (VTB) 6 kali/hari, multi-phase (MP) 83 kali/hari serta deformasi dari data EDM mencapai 2 cm/hari. Pemendekan jarak EDM terukur dari Pos-Pos Pemantauan Gunung Merapi dan juga dari titik-titik ukur sekeliling Gunung Merapi.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top