Kaki Bengkak dan Tangan Kaku Diidap Warga Purwakarta, Ternyata ini Penyebabnya

loading...
Kaki Bengkak dan Tangan Kaku Diidap Warga Purwakarta, Ternyata ini Penyebabnya
Petugas Puskesmas Munjuljaya menunjukkan tempat sampah yang jadi sarang nyamuk Aedes Aigypty, penyebar virus Chikungunya.
PURWAKARTA - Petugas Puskesmas Munjuljaya, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berhasil mengidentifikasi penyakit kaki bengkak, jari tangan kaku, disertai demam yang diidap warga secara massal di RT 08/13 Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta.

Penyakit yang menyebabkan sejumlah warga mengidap gejala tersebut ternyata chikungunya yang disebabkan oleh virus Chikungunya dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aigepty atau Aedes Albopictus.

Identifikasi penyakit diperoleh setelah petugas puskesmas melakukan penelusuran lapangan terkait laporan penyakit tersebut pada Minggu (25/10/2020). (BACA JUGA:Gus Nur Ditangkap Bareskrim Mabes Polri, Pengurus Cabang NU Cirebon Gelar Syukuran)

Penelusuran dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi warga dan mengidentifikasi penyakit apa yang diidap warga tersebut. (BACA JUGA:Liburan Tak Bisa Dibendung, Asita Minta Semua Pihak Patuhi Protokol COVID-19)



Beberapa petugas kesehatan didampingi pengurus lingkungan setempat mendatangi rumah-rumah warga satu per satu guna memeriksa kondisi kesehatannya.

Sejumlah warga tampak masih tergolek lemas di tempat tidur. Rata-rata mereka tidak mengetahui penyebab dari penyakit itu. (BACA JUGA:37.000 UMKM di Jabar Terdampak Pandemi, Paling Banyak di Tasikmalaya)

Akan tetapi, tidak sedikit di antara mereka sudah mulai berangsur pulih, meski masih tetap harus beristirahat. Dalam kesempatan itu pun petugas puskesmas menelusuri kondisi lingkungan dengan mengecek fasilitas sanitasi warga.



"Jika melihat kondisi di lapangan, penyakit itu adalah chikungunya. Di mana penyebabnya gigitan nyamuk. Dari sejumlah warga yang kami kunjungi terdapat jentik nyamuk aedes aegypti yang terdapat pada dispenser. Nyamuk ini yang harus diwaspadai karena menjadi penular demam berdarah. Untuk itu kami rekomendasikan agar segera disemprot,"ungkap Sri, petugas Puskesmas Munjul Jaya kepada SINDONEWS.

Sementara itu, Ketua RT 8 Ande Subarli mengaku akan segera menyemprot lingkungan setelah berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Dia juga mengaku adanya fenomena ini sempat membuat warganya resah. Apalagi penyakit dengan gejala sama yang diderita warganya secara massal.
(awd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top