Misteri Kakek Tua Berjenggot yang Lenyapkan Kolera di Pulau Jawa

Senin, 01 Januari 2024 - 06:49 WIB
loading...
Misteri Kakek Tua Berjenggot...
Pesarean Mbah Djugo di Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Foto/Instagram @gun_lim
A A A
Misteri kakek tua berjenggot yang berhasil melenyapkan kolera di pulau Jawa selalu menarik untuk diulas. Konon, sosok yang disebut-sebut bernama Mbah Djugo ini kerap muncul memberikan pertolongan saat rakyat kecil terhimpit kesusahan.

Terutama saat seluruh tanah Jawa dilanda pagebluk atau wabah penyakit kolera. Sekitar tahun 1870. Seorang laki-laki tua dengan kumis dan jenggot panjang, tiba-tiba kembali muncul di Desa Djugo.
Perawakannya jangkung.

Dengan kulit wajah yang senantiasa memerah seperti kebanyakan tersiram sinar matahari. Namun yang membedakan Mbah Djugo dengan orang pada umumnya adalah kedua daun telinganya terlihat lebih besar.

Bahkan, yang juga diingat setiap orang yang pernah ditolongnya yaitu penampilan Mbah Djugo sepintas mirip gelandangan. Namun anehnya baju yang dikenakan tidak pernah tampak compang-camping maupun kotor.

Baca Juga: Kisah Sultan Agung Marah pada Imam Syafi'i Dibalik Pagebluk di Mekkah

"Ketika menampak kedatangannya, penduduk Desa Djugo memburu dengan menangis sebagai anak-anak melihat ibunya datang dari bepergian jauh," tulis Im Yang Tju dalam Riwayat Ejang Djugo Panembahan Gunung Kawi. "Mereka mengadukan penderitaannya, minta obat, minta dilindungi keselamatannya".

Desa Djugo atau Jugo berada di wilayah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Malang, sekaligus berdekatan dengan Gunung Kawi. Mbah Djugo muncul dari dalam belukar hutan.

Melihat antusias orang yang merindukan kehadirannya, ia berjalan ke arah kandang sapi yang lama tidak terpakai. Sebelum masuk hutan dan kemudian menghilang, di kandang sapi di pinggir hutan tersebut, Mbah Djugo biasa seperti termangu sendirian.

"Hayo, siapa yang sakit boleh datang kemari, yang tidak bisa jalan boleh suruhan orang saja membawa air di botol atau bumbung. Nanti kuberi obat supaya waras kembali," seloroh Mbah Djugo seperti dituturkan Im Yang Tju.

Terutama bagi kaum kromo atau rakyat jelata. Wabah kolera menimbulkan ketakutan sekaligus kesengsaraan. Kematian terjadi di mana-mana. Sejarawan Susan Blackburn menyebut epidemi kolera pecah di Hindia Belanda mulai tahun 1820.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Rekomendasi
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Saat Messi Bersinar,...
Saat Messi Bersinar, Ronaldo Justru Tenggelam
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved