Meski PSBB, Kasus Positif COVID-19 di Surabaya Terus Naik
Kamis, 07 Mei 2020 - 21:29 WIB
loading...
Ketua Gugus Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi (kanan) bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak (tengah) saat konferensi pers update COVID-19 di Jatim. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik) sudah digelar sejak Selasa (28/5/2020).
PSBB diselenggarakan selama 14 hari atau hingga 11 Mei mendatang. Namun hingga 10 hari pemberlakuan PSBB, belum ada indikasi penurunan jumlah kasus positif COVID-19 di ketiga daerah yang menerapkan PSBB, khususnya Surabaya.
Di Surabaya misalnya, jumlah kasus positif COVID-19 hari ini, Kamis (7/5/2020), bertambah 6 orang menjadi 592 kasus. Kabupaten Sidoarjo bertambah 12 orang menjadi 152 kasus dan Kabupaten Gresik bertambah 1 orang menjadi 37 kasus. Namun, untuk Gresik dan Sidoarjo, jumlah kasus positif COVID-19 cenderung melandai.
“Untuk Surabaya saya kira masih perlu perhatian yang serius. Angka penularannya masih tinggi,” kata Ketua Gugus Kuratif Gugus Tugas COVID-19 Jatim Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (7/5/2020).
Direktur RSUD dr Soetomo ini menampik bahwa PSBB di tiga daerah di Jatim disebut gagal. Sebab, ada dua daerah, Gresik dan Sidoarjo mengalami tren penurunan jumlah kasus positif COVID-19. Sementara Surabaya mengalami tren peningkatan.
PSBB diselenggarakan selama 14 hari atau hingga 11 Mei mendatang. Namun hingga 10 hari pemberlakuan PSBB, belum ada indikasi penurunan jumlah kasus positif COVID-19 di ketiga daerah yang menerapkan PSBB, khususnya Surabaya.
Di Surabaya misalnya, jumlah kasus positif COVID-19 hari ini, Kamis (7/5/2020), bertambah 6 orang menjadi 592 kasus. Kabupaten Sidoarjo bertambah 12 orang menjadi 152 kasus dan Kabupaten Gresik bertambah 1 orang menjadi 37 kasus. Namun, untuk Gresik dan Sidoarjo, jumlah kasus positif COVID-19 cenderung melandai.
“Untuk Surabaya saya kira masih perlu perhatian yang serius. Angka penularannya masih tinggi,” kata Ketua Gugus Kuratif Gugus Tugas COVID-19 Jatim Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (7/5/2020).
Direktur RSUD dr Soetomo ini menampik bahwa PSBB di tiga daerah di Jatim disebut gagal. Sebab, ada dua daerah, Gresik dan Sidoarjo mengalami tren penurunan jumlah kasus positif COVID-19. Sementara Surabaya mengalami tren peningkatan.
Lihat Juga :