Mengingat Falsafah Kota, Pagi Ini Cimahi Gelar Kirab Budaya
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 05:33 WIB
loading...
Pagi ini ada kirab Budaya Ngarak Cai, dan Ngalokat Cai Cimahi. Foto/Ist.
A
A
A
BANDUNG - Cimahi menggelar acara Kirab Budaya Ngarak Cai, dan Ngalokat Cai Cimahi pada Sabtu-Minggu (24-25/10/2020). Acara ini sebagai bentuk syukur dan silaturahmi masyarakat Cimahi , atas air yang melimpah.
(Baca juga: Masjid Awal yang Pernah Dibakar Belanda Jadi Bukti Toleransi Umat Beragama di Simalungun )
Acara digelar oleh Bandoengmooi bersama Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) mengangkat falsafah Cimahi , yang tidak lepas dari unsur air dalam sebuah kegiatan bertajuk Festival Air 2020 Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi .
"Kegiatan yang digelar dua ini merupakan kegiatan istimewa, karena dilaksanakan bertepatan dengan bulan Maulid, bulan Kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW, sang Al-Mahi (penghapus/pembersih)," kata Ketua DKKC dan Ketuan Bandoengmooi, Hermana.
Dahulu, nenek moyang mengkeramatkan bulan Maulid dan melahirkan budaya ritual yang berhungan dengan air, yaitu Ngabungbang. Sebuah ritual yang berhungan dengan pembersihan diri, melakukan mandi malam di tujuh sumber mata air dan pencucian pekakas yang dianggap pusaka oleh masyarakat.
(Baca juga: Permudah Pembayaran PBB, Pemkot Bandung Gandeng Gopay )
(Baca juga: Masjid Awal yang Pernah Dibakar Belanda Jadi Bukti Toleransi Umat Beragama di Simalungun )
Acara digelar oleh Bandoengmooi bersama Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) mengangkat falsafah Cimahi , yang tidak lepas dari unsur air dalam sebuah kegiatan bertajuk Festival Air 2020 Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi .
"Kegiatan yang digelar dua ini merupakan kegiatan istimewa, karena dilaksanakan bertepatan dengan bulan Maulid, bulan Kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW, sang Al-Mahi (penghapus/pembersih)," kata Ketua DKKC dan Ketuan Bandoengmooi, Hermana.
Dahulu, nenek moyang mengkeramatkan bulan Maulid dan melahirkan budaya ritual yang berhungan dengan air, yaitu Ngabungbang. Sebuah ritual yang berhungan dengan pembersihan diri, melakukan mandi malam di tujuh sumber mata air dan pencucian pekakas yang dianggap pusaka oleh masyarakat.
(Baca juga: Permudah Pembayaran PBB, Pemkot Bandung Gandeng Gopay )
Lihat Juga :