Putus Mata Rantai Penularan COVID-19, Ponpes Diingatkan Terapkan Prokes Ketat

loading...
Putus Mata Rantai Penularan COVID-19, Ponpes Diingatkan Terapkan Prokes Ketat
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Karawang Fitra Hergyana. Foto/SINDOnews/Nila Kusuma
KARAWANG - Setelah terjadi klaster penyebaran COVID-19 di beberapa pondok pesantren (ponpes) di Karawang, Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 meminta pengelola ponpes lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Santri yang berasal dari luar daerah datang ke pesantren harus dalam kondisi sehat dan dibuktikan dengan surat keterangan dari daerah asal. (BACA JUGA:Nyaris Duduki GT Pasteur, Mahasiswa Dibubarkan Polisi dan 8 Diamankan)

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Karawang Fitra Hergyana mengatakan, tanggung jawab dan kepedulian sangat penting dilakukan oleh pengelola pesantren. (BACA JUGA:Libur Panjang, Warga Karawang Diimbau Tetap di Rumah)

"Untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 di pesantren yang harus dilakukan, yaitu penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," kata Fitra, Jumat (23/10/20). (BACA JUGA:Polisi Tangkap Pembunuh Perempuan Hamil 7 Bulan di Bandung)



Menurut Fitra, pengelola ponpes diingkat untuk melakukan stelirisasi fasilitas pesantren secara berkala. Seperti ruang belajar, asrama, dan fasilitas yang rawan terjadi penularan Covid-19. "Semprot dengan disinfektan secara berkala. Misalnya empat jam sekali," ujar Fitra.

Pengelola pesantren, tutur Fitra, juga harus tegas terhadap santri yang berasal dari zona merah untuk melakukan rapid test. Selain itu pesantren juga diminta menyiapkan ruang isolasi bagi santri yang sakit.

Aktivitas pembelajaran, pengajian, dan salat berjamaah wajib menjaga jarak minimal satu meter. "Pengelola maupun santri wajib mengenakan masker selama berada di pondok pesantren. Selain itu juga disarankan tak bersalaman dengan ustaz dan teman," tutur dia.



Santri, ungkap Fitra, diminta membawa perlengkapan ibadah sendiri, makan teratur dan selalu memerhatikan gizi yang seimbang. Penghuni pondok pesantren juga disarankan menerapkan program gerakan masyarakat sehat (germas). "Misalnya makan buah dan sayur setiap hari," ungkap Fitra.
(awd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top