Cegah Klaster Keluarga, Ratusan Warga Sariharjo Dites Rapid
Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:17 WIB
loading...
Warga Sariharjo, Ngaglik, Sleman saat mengikuti rapid tes di balai Kalurahan Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (22/10/2020). Foto/SINDOnews/Priyo Setyawan
A
A
A
SLEMAN - Pemkab Sleman menggelar Rapid Diagnostic Test (RDT) atau tes cepat massal terhadap warga Wonorejo, di di Balai Kalurahan Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, Kamis (22/10/2020).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga sekaligus sebagai upaya mencegah dan mengantisipasi klaster keluarga . (BACA JUGA: Korban Tewas di Mobil Terbakar Ternyata Istri Seorang Dokter )
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni mengatakan rapid test ini merupakan kegiatan rutin sebagai upaya preventif dalam mencegah dan memutus mata rantai penularan COVID-19 . Terutama di keluarga dan masyarakat Sleman pada umumnya. (BACA JUGA: Satu Warga Meninggal Dunia Akibat COVID-19, 22 Warga Dilakukan Swab )
“Kegiatan ini sebagai upaya preventif untuk menghindari adanya klaster keluarga dan juga langkah tracing COVID-19,” kata Novi panggilan Novita Krisnaeni, Kamis (22/10/2020). (BACA JUGA: Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembakar Wanita Dalam Mobil di Sukoharjo )
Menurut Novi masyarakat sangat antusias dan menyambut baik dengan kegiatan ini. Termasuk sudah mengerti akan pentingnya rapid tes. Tercatat ada 200 warga mengikuti rapid test tersebut. “Bagi yang hasilnya reaktif, sebagai tindaklanjutnya akan diswab,” ujar dia.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga sekaligus sebagai upaya mencegah dan mengantisipasi klaster keluarga . (BACA JUGA: Korban Tewas di Mobil Terbakar Ternyata Istri Seorang Dokter )
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni mengatakan rapid test ini merupakan kegiatan rutin sebagai upaya preventif dalam mencegah dan memutus mata rantai penularan COVID-19 . Terutama di keluarga dan masyarakat Sleman pada umumnya. (BACA JUGA: Satu Warga Meninggal Dunia Akibat COVID-19, 22 Warga Dilakukan Swab )
“Kegiatan ini sebagai upaya preventif untuk menghindari adanya klaster keluarga dan juga langkah tracing COVID-19,” kata Novi panggilan Novita Krisnaeni, Kamis (22/10/2020). (BACA JUGA: Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembakar Wanita Dalam Mobil di Sukoharjo )
Menurut Novi masyarakat sangat antusias dan menyambut baik dengan kegiatan ini. Termasuk sudah mengerti akan pentingnya rapid tes. Tercatat ada 200 warga mengikuti rapid test tersebut. “Bagi yang hasilnya reaktif, sebagai tindaklanjutnya akan diswab,” ujar dia.
Lihat Juga :