Poster Ajakan Rusuh Muncul di Denpasar, BEM Unud: Kami Mengutuk Aksi Itu

loading...
Poster Ajakan Rusuh Muncul di Denpasar, BEM Unud: Kami Mengutuk Aksi Itu
Poster berbentuk kertas A4 i berisi ajakan melakukan kerusuhan muncul di Denpasar, Bali, Rabu (21/10/2020). Polisi kini sedang melakukan penyelidikan. Foto/SINDOnews/Miftachul Chusna
DENPASAR - Poster berisi ajakan melakukan kerusuhanmuncul diDenpasar, Bali, Rabu (21/10/2020). Polisi kini sedang melakukan penyelidikan.

Poster berbentuk kertas A4 itu berisi tulisan "Aksi Nasional Bergerak Bersama Batalkan Omnibus Law. BEM Bersama Rakyat Bali Bergerak. Mari Kita Kumpul untuk Melakukan Aksi Unjuk Rasa Terhadap Pemerintah. Serang, Hancurkan, Jarah dan Bakar, #Balitidakdiam #Mositidakpercaya." (Baca juga: Mobil Patwal Kawal Jogging, Oknumnya Cuma Kena Sanksi Teguran)

Di bagian bawah, tertulis beberapa nama organisasi, antara lain BEM Universitas Udayana, LBH Bali, BEM Undiknas, Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional, Front Mahasiswa Nasional, Pembaru Bali, Seruni Bali, Politeknik Negeri Bali, FSPM Bali dan AMP KK Bali. (Baca juga:Terlalu, Pria di Denpasar Ini Embat Ponsel PSK yang Dikencani)

Di Denpasar, poster provokatif itu ditempel di sejumlah tempat di kawasan Renon, seperti di depan kantor DPD Demokrat Bali, Gedung Keuangan Negara dan kantor Dinas Kebudayaan Bali.

Di media sosial, poster dengan tulisan warna hitam dan merah itu juga diunggah ke Facebook dan Instagram. Warganet yang mengomentari postingan itu sebagian besar menyebut poster itu hoaks, provokasi dan adu domba.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud), Dewa Gede Satya Ranasika Kusuma membantah poster ciptaan Aliansi Bali Tidak Diam. "Kami tidak pernah mencetak poster itu dan tidak pernah menginisiasi kerusuhan," tegasnya.



Dia menjelaskan, Aliansi Bali Tidak Diam memang menyebarkan poster ajakan unjuk rasa pada Rabu (22/10/2020) besok. Bedanya, poster dicetak di kertas dengan warna hitam putih dan tidak ada narasi ajakan kerusuhan.

Namun poster yang ditempel di sejumlah tempat itu dirusak dan di bawahnya diganti dengan poster provokatif. "Kami mengutuk aksi itu," tandas Dewa.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan tengah melakukan penyelidikan. "Anggota masih melakukan pendalaman," ujarnya singkat.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top