Bank UMKM Jatim Bidik Penyaluran Kredit Hingga Rp2,2 Triliun

loading...
Bank UMKM Jatim Bidik Penyaluran Kredit Hingga Rp2,2 Triliun
Direktur Utama Bank BPR Jatim Bank UMKM Jatim, Yudhi Wahyu Maharani.Foto/SINDONews/Lukman hakim
SURABAYA - PT Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur (BPR Jatim atau Bank UMKM Jatim) selama Januari hingga Oktober ini mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp2,1 triliun atau tumbuh 4% dibanding 2019. Hingga akhir tahun ini, bank milik Pemprov Jatim itu memproyeksikan realisasi kredit sebesar Rp2,2 triliun.

Direktur Utama Bank BPR Jatim Bank UMKM Jatim, Yudhi Wahyu Maharani mengatakan, untuk mencapai target realisasi kredit di 2020, mengajukan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim sebesar Rp100 miliar. "Kami terus melakukan percepatan pembiayaan ke sektor UMKM. Karena sektor ini yang paling terdampak akibat pandemi COVID-19," katanya, Minggu (18/10/2020).

Bank UMKM Jatim juga menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk membuka akses permodalan usaha bagi pemilik sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). “Kami menggandeng BPN menggarap program PTSL dengan jaminan sertifikat tanah. Harapannya masyarakat pedesaan yang memiliki usaha bisa kita biayai," ujar Yudhi.

(Baca juga:Pemprov Jatim Tunggu Distribusi Vaksin COVID-19 Dari Pusat)



Langkah Bank UMKM menggandeng BPN merupakan upaya mendukung program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendorong percepatan penyelesaian PTSL di Jatim yang diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Khususnya di sektor UMKM. "Sejauh ini, hampir 80% pembiayaan kami ke sektor komersial perdagangan. Sisanya ke sektor pertanian," tandas Yudhi.

Hingga September 2020 program PTSL sudah menyalurkan kredit lebih dari Rp180 miliar kepada 4.000 pemilik sertifikat tanah dalam kurun kurang dari 1 tahun. "Secara total jumlah nasabah kami se-Jatim sebanyak 60.000 nasabah dengan rata-rata plafon kredit antara Rp20 juta hingga Rp200 juta. Namun ada juga binaan kami yang kami biayai hingga Rp10 miliar," pungkas Yudhi.
(msd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top