Kisah Perantau Teluk Bintuni, dari Pengangguran hingga Kerja di Jakarta
Senin, 12 Oktober 2020 - 11:33 WIB
loading...
Yoris Yulius Beperandi. Foto/Ist
A
A
A
TELUK BINTUNI - Banyak orang menganggur sejak setelah mereka lulus sekolah. Tidak banyak yang dapat mereka lakukan tanpa kemampuan khusus.
Alih-alih menduduki jabatan strategis, mereka bermuara pada pekerjaan kasar. Meski demikian, semangatnya untuk membangun Papua tidak pupus. (Baca juga: Bocah Asli Papua Ini Menangis Tak Mau Ditinggal Prajurit Yonif 413/Kostrad )
Salah satunya, Yoris Yulius Beperandi. Pemuda asal Distrik Wamesa, Teluk Bintuni, Papua Barat, ini menganggur tepat setelah lulus sekolah. Saat ini yang dia butuhkan hanyalah peluang untuk menimba ilmu. (Baca juga: Polri Hukum 15 Anggota Polres Sorong Kota Atas Tewasnya Adik Ipar Edo Kondologit, Ini Nama-namanya )
Keinginannya terjawab. Pusat Pelatihan Teknik Industri Migas (P2TIM) Teluk Bintuni, Papua Barat, membuka kesempatan bagi para pemuda Papua untuk berkarya. Hanya mereka yang lolos seleksi dapat mengenyam pendidikan teknik industri bertaraf internasional secara gratis.
“Sebelum masuk P2TIM aktivitasnya ada di kampung halaman saja. Setelah beberapa lama menjadi seorang pengangguran. Akhirnya mendaftar di P2TIM ikut pelatihan,” ujar Yoris.
Alih-alih menduduki jabatan strategis, mereka bermuara pada pekerjaan kasar. Meski demikian, semangatnya untuk membangun Papua tidak pupus. (Baca juga: Bocah Asli Papua Ini Menangis Tak Mau Ditinggal Prajurit Yonif 413/Kostrad )
Salah satunya, Yoris Yulius Beperandi. Pemuda asal Distrik Wamesa, Teluk Bintuni, Papua Barat, ini menganggur tepat setelah lulus sekolah. Saat ini yang dia butuhkan hanyalah peluang untuk menimba ilmu. (Baca juga: Polri Hukum 15 Anggota Polres Sorong Kota Atas Tewasnya Adik Ipar Edo Kondologit, Ini Nama-namanya )
Keinginannya terjawab. Pusat Pelatihan Teknik Industri Migas (P2TIM) Teluk Bintuni, Papua Barat, membuka kesempatan bagi para pemuda Papua untuk berkarya. Hanya mereka yang lolos seleksi dapat mengenyam pendidikan teknik industri bertaraf internasional secara gratis.
“Sebelum masuk P2TIM aktivitasnya ada di kampung halaman saja. Setelah beberapa lama menjadi seorang pengangguran. Akhirnya mendaftar di P2TIM ikut pelatihan,” ujar Yoris.
Lihat Juga :