Jumlah Capai 29.000, BI Dorong Ekonomi Syariah Berbasis Pesantren

Selasa, 06 Oktober 2020 - 13:20 WIB
loading...
Jumlah Capai 29.000,...
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat mendorong pengembangan ekonomi syariah berbasis pesantren. Foto SINDnews
A A A
BANDUNG - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat mendorong pengembangan ekonomi syariah berbasis pesantren. Konsep pengembangan ini diharapkan ikut mendorong percepatan pemulihan ekonomi saat dan pascapandemi COVID-19.

Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan, saat ini jumlah pesantren di Indonesia mencapai sekitar 29.000-an pesantren. Di mana 75% di antaranya berada di Pulau Jawa tersebar mulai dari ujung timur hingga barat. Sebagian besar pesantren juga juga telah berperan sebagai tempat pemberdayaan sosial ekonomi bagi santri dan lingkungan sekitar. (Baca: BI Perbarui Aturan Soal Likuiditas Bank Umum dan Syariah)

Mengutip buku Nadzir, kata Herawanto, usaha pemberdayaan tersebut dapat dijumpai dengan berbagai pola. Mulai dari bisnis yang berpusat pada bisnis keluarga para Kyai, bisnis untuk memperkuat pendapatan pesantren, sampai bisnis untuk memberi bekal para santri selepas mereka keluar dari pesantren.

"Beberapa pesantren tersebut telah menunjukkan keberhasilan dalam pengembangan bisnisnya yang ragam sektornya bervariasi mulai dari sektor pertanian, sektor makanan-minuman sampai sektor jasa. Suatu prestasi yang patut kita syukuri sekaligus kita cermati bersama agar kesinambungannya dapat terpelihara ke depan," kata dia pada rangkaian acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2020, Selasa (6/10/2020).

Namun begitu, mereka perlu dukungan agar lebih maju. Salah satu langkah penting adalah penguatan kelembagaan dari sayap bisnis pondok-pondok pesantren tersebut. Khususnya di wilayah Jawa, salah satu contoh penguatan tersebut adalah pembentukan Sarekat Bisnis Pesantren dalam bentuk koperasi sekunder di Jawa Timur dan Serikat Ekonomi Pondok Pesantren di Jawa Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menginspirasi Publik,...
Menginspirasi Publik, Booth Program Keberlanjutan Hadirkan Solusi Kurangi Limbah Tekstil di Bandung
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Rekomendasi
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
Berita Terkini
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved