Begini Cara Siloam Hospitals Balikpapan Tangani Keloid Bekas Luka
Minggu, 04 Oktober 2020 - 15:25 WIB
loading...
dokter spesialis Siloam Hospitals Balikpapan, dr Arie Wibisono Sp BP-RE. Foto/Ist
A
A
A
BALIKPAPAN - Sebagai salah satu jenis bekas luka, keloid dapat diatasi. Normalnya pada saat Anda mengalami luka, jaringan parut atau fibrosa akan terbentuk di atas kulit yang luka untuk melindungi dan memperbaikinya.
Namun pada keloid, jaringan parut tersebut justru terus tumbuh hingga menebal, merah dan berukuran lebih besar daripada luka itu sendiri, disertai dengan rasa panas, gatal, bahkan nyeri. (Baca juga: Swab Test di Siloam Hasilnya Bisa Keluar dalam 4 Jam )
Ada pun keloid dapat disebabkan oleh berbagai luka, seperti luka bakar, luka bekas tindik, luka bekas operasi, luka tergores, dan luka cakar. (Baca juga: Kapal Muatan Papan Terbalik Diterjang Badai, Jadilah Kota Balikpapan )
"Mencegah terjadinya luka dan berdampak pada keloid, tentu lebih baik. Namun jika luka pada tubuh timbul menjadi keloid, hal ini dapat ditangani sampai sembuh," kata dokter spesialis Siloam Hospitals Balikpapan , dr Arie Wibisono Sp BP-RE, di Balikpapan melalui Webinar Kesehatan bertema "Bekas Luka Menjadi Keloid", yang diterima SINDOnews, Minggu (4/10/2020).
Menurut Arie Wibisono, keloid dapat diturunkan secara genetik dalam keluarga. "Ini artinya seseorang berpotensi memiliki keloid saat terluka, jika orangtua mereka juga memiliki keloid," kata dia.
Namun pada keloid, jaringan parut tersebut justru terus tumbuh hingga menebal, merah dan berukuran lebih besar daripada luka itu sendiri, disertai dengan rasa panas, gatal, bahkan nyeri. (Baca juga: Swab Test di Siloam Hasilnya Bisa Keluar dalam 4 Jam )
Ada pun keloid dapat disebabkan oleh berbagai luka, seperti luka bakar, luka bekas tindik, luka bekas operasi, luka tergores, dan luka cakar. (Baca juga: Kapal Muatan Papan Terbalik Diterjang Badai, Jadilah Kota Balikpapan )
"Mencegah terjadinya luka dan berdampak pada keloid, tentu lebih baik. Namun jika luka pada tubuh timbul menjadi keloid, hal ini dapat ditangani sampai sembuh," kata dokter spesialis Siloam Hospitals Balikpapan , dr Arie Wibisono Sp BP-RE, di Balikpapan melalui Webinar Kesehatan bertema "Bekas Luka Menjadi Keloid", yang diterima SINDOnews, Minggu (4/10/2020).
Menurut Arie Wibisono, keloid dapat diturunkan secara genetik dalam keluarga. "Ini artinya seseorang berpotensi memiliki keloid saat terluka, jika orangtua mereka juga memiliki keloid," kata dia.
Lihat Juga :