Pasien COVID-19 di Ponorogo Membeludak, Isolasi di Desa Diaktifkan
Rabu, 23 September 2020 - 09:30 WIB
loading...
RSUD Harjono Ponorogo, penuh dengan pasien COVID-19. Foto/iNews TV/Ahmad Subekhi
A
A
A
PONOROGO - Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terus terjadi. Dalam tiga hari terakhir jumlah penambahan pasien positif COVID-19 di Kabupaten Ponorogo, mencapai 20 orang.
(Baca juga: Tanah Kas Desa Jadi SPBU, Pemdes Pacekelan Labrak Pemprov Jateng )
Dampaknya, rumah sakit rujukan untuk merawat pasien sudah penuh, demikian juga ruang karantina untuk penderita COVID-19 juga penuh. Solusi yang ditawarkan Pemkab Ponorogo, penampungan COVID-19 di desa kembali difungsikan.
"Saat ini seluruh ruang isolasi yang tersedia di rumah sakit rujukan kondisinya penuh terisi pasien positif COVID-19 maupun suspek. Ruang karantina COVID-19 yang ada di Jalanm Trunojoyo juga terisi penuh," kata Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.
Dia berharap, peran satgas desa untuk kembali ditingkatkan. Pun, ruang isolasi yang sudah disiapkan beberapa bulan lalu, kembali difungsikan. "Ruang-ruang isolasi yang ada di desa untuk kembali diaktifkan. Sehingga pasien-pasien yang tanpa gejala atau dengan gejala ringan bisa diisolasi di desa, dan yang rumah sakit bisa lebih optimal untuk merawat pasien dengan gejala sedang atau berat," lanjutnya.
(Baca juga: Tanah Kas Desa Jadi SPBU, Pemdes Pacekelan Labrak Pemprov Jateng )
Dampaknya, rumah sakit rujukan untuk merawat pasien sudah penuh, demikian juga ruang karantina untuk penderita COVID-19 juga penuh. Solusi yang ditawarkan Pemkab Ponorogo, penampungan COVID-19 di desa kembali difungsikan.
"Saat ini seluruh ruang isolasi yang tersedia di rumah sakit rujukan kondisinya penuh terisi pasien positif COVID-19 maupun suspek. Ruang karantina COVID-19 yang ada di Jalanm Trunojoyo juga terisi penuh," kata Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.
Dia berharap, peran satgas desa untuk kembali ditingkatkan. Pun, ruang isolasi yang sudah disiapkan beberapa bulan lalu, kembali difungsikan. "Ruang-ruang isolasi yang ada di desa untuk kembali diaktifkan. Sehingga pasien-pasien yang tanpa gejala atau dengan gejala ringan bisa diisolasi di desa, dan yang rumah sakit bisa lebih optimal untuk merawat pasien dengan gejala sedang atau berat," lanjutnya.
Lihat Juga :