Status PLBN Internasional, Tingkatkan Ekonomi Daerah

Selasa, 22 September 2020 - 13:23 WIB
loading...
Status PLBN Internasional,...
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H. Sutarmidji memberikan pembekalan kepada Pasis Dikreg XLVII Sesko TNI TA. 2020 melalui video conference di Data Analytics Room Kantor Gubernur Kalbar, Senin (21/9/2020).
A A A
PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H. Sutarmidji memberikan pembekalan kepada Pasis Dikreg XLVII Sesko TNI TA. 2020 melalui video conference di Data Analytics Room Kantor Gubernur Kalbar, Senin (21/9/2020).

Dalam pembekalan tersebut, Gubernur Kalbar memaparkan daerah perbatasan yang dimiliki Provinsi Kalbar yang memiliki panjang sekitar 966 Km yang di 14 kecamatan dan 98 desa yang terbentang antara Kabupaten Sambas sampai Kabupaten Kapuas Hulu. "Kalbar ini terdiri dari 12 kabupaten dan dua kota serta memiliki penduduk sebanyak 5,5 juta orang. Kemudian, Kalbar ini terluas ke empat di seluruh Indonesia setelah Papua, Kaltim, Kalteng. Memiliki perbatasan dengan negara Malaysia sekitar 966 Km," ungkap Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji.

Gubernur melanjutkan, perbatasan antar negara sangat jarang diperhatikan, namun saat ini perbatasan menjadi cerminan bagi bangsa ini kepada negara tetangga. Provinsi Kalbar saat ini memiliki tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di antaranya PLBN Entikong yang terletak di Kabupaten Sanggau, PLBN Aruk terletak di Kabupaten Sambas, dan PLBN Badau di Kabupaten Kapuas Hulu. "Yang sudah beroperasi PLBN di Kalbar ada tiga, kedepannya Kalbar akan memiliki lima PLBN. Nantinya PLBN Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, PLBN Sungai Kelik di Kabupaten Sintang, insyallah tahun 2022 akan selesai dan segera beroperasi," tutur Gubernur.

Meskipun demikian dari tiga PLBN yang sudah beroperasi, satu PLBN yang sudah memiliki status pelabuhan darat internasional yang ditetapkan oleh Provinsi Kalbar, namun perputaran ekonominya masih terapkan tradisional. Gubernur selaku Pemerintah Daerah akan terus berupaya akan meningkatkan status PLBN menjadi Internasional guna meningkatkan ekonomi masyarakat daerah setempat.

"PLBN Aruk kita (Pemprov Kalbar_red) sudah menetapkan status pelabuhan darat internasional, namun mereka masih memberlakukan tradisional sehingga arus barang itu dibongkar di area zona netral. Jadi, barang-barang dagangan dari mobil Indonesia harus dipindahkan ke mobil Malaysia, ini membuat kita rugi karena tidak bisa langsung dan butuh pengeluaran yang cukup mahal harus bongkar muat lagi," ujar Gubernur.

"Kita harus sama-sama mencari solusi agar masyarakat yang berdagang tidak mendapatkan kesulitan," kata Sutarmidji. (aws)
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Majukan Pelaku Usaha...
Majukan Pelaku Usaha di Pontianak, Kementerian UMKM Gelar MikroDOTS Gratis
Kalimantan Barat Terapkan...
Kalimantan Barat Terapkan Program Adaptasi dan Mitigasi untuk Hadapi Perubahan Iklim
Strategi BKKBN Kalbar...
Strategi BKKBN Kalbar Turunkan Angka TFR Berbasis Demografi
Tekan Angka Penyebaran...
Tekan Angka Penyebaran Covid-19, Gubernur Kalteng Beri Arahan kepada Forkopimda dan Wali Kota
Serem, Hantu Putih Terekam...
Serem, Hantu Putih Terekam CCTV di Rumah Kabid Damkar Kobar
Bantu Korban Gempa Sulbar,...
Bantu Korban Gempa Sulbar, Bonek Peduli Terjunkan Tim Khusus BDRT
Kejagung Tangkap Anggota...
Kejagung Tangkap Anggota DPR dari Nasdem Ujang Iskandar di Soetta
Harga Bahan Pokok Naik...
Harga Bahan Pokok Naik Jelang Natal, Pemprov Kalbar Gelar Pasar Murah
Hindari Kejaran Polisi,...
Hindari Kejaran Polisi, Pengedar Sabu di Kubu Raya Terjun ke Sungai
Rekomendasi
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved