Atribut Calon Kepala Daerah di Rembang Dirusak Tangan Jail
Selasa, 22 September 2020 - 12:09 WIB
loading...
A
A
A
Karena belum bisa dikenakan pelanggaran larangan kampanye, Totok mempersilahkan dugaan pengrusakan dilaporkan kepada pihak kepolisian, karena menjadi ranah pidana umum. (Baca juga: Kenalan di Facebook, Gadis 17 Tahun Digagahi Pemuda di Hotel )
"Kalau memang ada bukti siapa yang merusak, ya disampaikan saja ke kepolisian. Beda kalau hal itu terjadi setelah ada penetapan calon dan masuk waktu kampanye, Bawaslu mempunyai kewenangan untuk menindaklanjuti bersama tim penegak hukum terpadu (Gakkumdu)," imbuh pria warga Desa Mlawat, Kecamatan Pamotan ini.
Koordinator Divisi Advokasi Tim Pemenangan Hafidz-Hanies Kabupaten Rembang , Ahmad Kholid Suyono menganggap pengrusakan atribut Hafidz-Hanies sebagai tindakan kriminal. "Menunjukkan bahwa orang-orang tersebut ada rasa ketakutan dengan eksistensi pak Hafidz dan Gus Hanies," bebernya.
Tim Hafidz-Hanies masih mempelajari apakah peristiwa itu akan diteruskan ke jalur hukum atau cukup didoakan saja pelakunya supaya sadar. Yang terpenting para pendukung Hafidz-Hanies jangan sampai terprovokasi. (Baca juga: Lewat Video Seks, Anggota DPRD Sambas Diperas Napi )
"Kita doakan mudah-mudahan orang-orang jahat yang merusak itu diberi hidayah oleh Allah SWT, biar menjadi orang baik dan pada tanggal 9 Desember nanti justru mau memilih pak Hafidz dan Gus Hanies. Kita nggak boleh terpancing, tapi kalau bisa kita tangkap," imbuh tokoh warga Desa Lodan Kulon, Kecamatan Sarang ini.
"Kalau memang ada bukti siapa yang merusak, ya disampaikan saja ke kepolisian. Beda kalau hal itu terjadi setelah ada penetapan calon dan masuk waktu kampanye, Bawaslu mempunyai kewenangan untuk menindaklanjuti bersama tim penegak hukum terpadu (Gakkumdu)," imbuh pria warga Desa Mlawat, Kecamatan Pamotan ini.
Koordinator Divisi Advokasi Tim Pemenangan Hafidz-Hanies Kabupaten Rembang , Ahmad Kholid Suyono menganggap pengrusakan atribut Hafidz-Hanies sebagai tindakan kriminal. "Menunjukkan bahwa orang-orang tersebut ada rasa ketakutan dengan eksistensi pak Hafidz dan Gus Hanies," bebernya.
Tim Hafidz-Hanies masih mempelajari apakah peristiwa itu akan diteruskan ke jalur hukum atau cukup didoakan saja pelakunya supaya sadar. Yang terpenting para pendukung Hafidz-Hanies jangan sampai terprovokasi. (Baca juga: Lewat Video Seks, Anggota DPRD Sambas Diperas Napi )
"Kita doakan mudah-mudahan orang-orang jahat yang merusak itu diberi hidayah oleh Allah SWT, biar menjadi orang baik dan pada tanggal 9 Desember nanti justru mau memilih pak Hafidz dan Gus Hanies. Kita nggak boleh terpancing, tapi kalau bisa kita tangkap," imbuh tokoh warga Desa Lodan Kulon, Kecamatan Sarang ini.
Lihat Juga :