Risiko KLB PD3I Saat Pandemi, Jatim Harus Kejar Capaian Imunisasi
Jum'at, 18 September 2020 - 13:38 WIB
loading...
Pelaksanaan imunisasi masih harus digenjot di tengah pandemi COVID-19 untuk menghindari adanya KLB. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Di tengah pandemi COVID-19 pencapaian imunisasi cenderung turun dan lebih rendah dari bulan yang sama di tahun sebelumnya.
Pencapaian imunisasi harus terus digenjot untuk menghindari risiko terjadinya kejadian luar biasa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (KLB PD3I) di masa pandemi COVID-19. (Baca juga: Pelaksanaan Imunisasi Anak di Masa Pandemi Harus Sesuai Protokol Kesehatan )
Pakar Infeksi dan Pediatrik Tropis Fakultas Kedokteran Unair Surabaya, Prof Dr dr Ismoedijanto Sp A(K), DTM&H mengatakan, terdapat penurunan cakupan imunisasi rutin lengkap (IRL) di tingkat regional maupun nasional selama masa pandemi. (Baca juga: Pelanggaran Protokol Marak, Pilkada Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19 )
Cakupan imunisasi tahun lalu saja rendah sekitar 60-70%. Jika cakupan terus rendah di tahun ini maka ada kemungkinan terjadinya KLB wabah lain selama pandemi COVID-19.
“Jika orang tua takut maka cakupan imunisasi semakin rendah dan bahaya penyakit-penyakit PD3I sangat memungkinkan terjadi. WHO memberikan panduan untuk kegiatan imunisasi pada saat pandemi COVID-19 yang dapat dilakukan sesuai dengan kebijakan lokal daerah dan harus diukur dengan data-data. Bayi muda sangat rentan terhadap penyakit infeksi yang berbahaya seperti hepatitis B, polio, difteria, pertussis, dan tetanus. Sehingga jika tidak imunisasi kemungkinan untuk terkena penyakit tersebut tinggi, karena sistem imun tidak cukup kuat menghadapinya,” kata Ismoedijanto, Jumat (18/9/2020).
Pencapaian imunisasi harus terus digenjot untuk menghindari risiko terjadinya kejadian luar biasa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (KLB PD3I) di masa pandemi COVID-19. (Baca juga: Pelaksanaan Imunisasi Anak di Masa Pandemi Harus Sesuai Protokol Kesehatan )
Pakar Infeksi dan Pediatrik Tropis Fakultas Kedokteran Unair Surabaya, Prof Dr dr Ismoedijanto Sp A(K), DTM&H mengatakan, terdapat penurunan cakupan imunisasi rutin lengkap (IRL) di tingkat regional maupun nasional selama masa pandemi. (Baca juga: Pelanggaran Protokol Marak, Pilkada Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19 )
Cakupan imunisasi tahun lalu saja rendah sekitar 60-70%. Jika cakupan terus rendah di tahun ini maka ada kemungkinan terjadinya KLB wabah lain selama pandemi COVID-19.
“Jika orang tua takut maka cakupan imunisasi semakin rendah dan bahaya penyakit-penyakit PD3I sangat memungkinkan terjadi. WHO memberikan panduan untuk kegiatan imunisasi pada saat pandemi COVID-19 yang dapat dilakukan sesuai dengan kebijakan lokal daerah dan harus diukur dengan data-data. Bayi muda sangat rentan terhadap penyakit infeksi yang berbahaya seperti hepatitis B, polio, difteria, pertussis, dan tetanus. Sehingga jika tidak imunisasi kemungkinan untuk terkena penyakit tersebut tinggi, karena sistem imun tidak cukup kuat menghadapinya,” kata Ismoedijanto, Jumat (18/9/2020).
Lihat Juga :