Jelang Pilkada, Sosiologi Unismuh Gelar Diskusi Buku Sosiologi Konflik
Kamis, 17 September 2020 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, mengawali pemaparan bukunya, Novri Susan menyinggung besarnya peranan ilmu sosiologi dalam kehidupan masyarakat.
“Saat ini hampir semua bidang membutuhkan sentuhan sosiologi. Mulai dari bidang ekonomi, hingga politik, semuanya perlu pendekatan sosiologis. Salah satunya pendekatan sosiologi konflik. Maka beruntunglah teman-teman yang kuliah di jurusan sosiologi,” ucap Susan.
“Berbagai relasi antar manusia, antar kelompok, dan antar negara tidak pernah bersih dari muatan kepentingan, penguasaan, permusuhan dan penindasan. Inilah kodrat sosial dalam sejarah masyarakat manusia,” ucap alumni S3 Universitas Doshisha Jepang ini.
Namun demikian, kata Novri, nilai dan norma sosial memiliki sifat yang statis. Bahkan pada tingkat kritis tidak mampu membuka peluang pemecahan masalah pada saat relasi sosial memanas oleh kepentingan dan perilaku bermusuhan.
“Kondisi inilah yang menciptakan krisis relasi sosial yang mana setiap subjek jatuh pada berbagai pilihan untuk menjatuhkan dan meniadakan subjek yang lain,” sambung alumni S2 Studi Konflik dan Perdamaian Universitas PBB tersebut.
“Saat ini hampir semua bidang membutuhkan sentuhan sosiologi. Mulai dari bidang ekonomi, hingga politik, semuanya perlu pendekatan sosiologis. Salah satunya pendekatan sosiologi konflik. Maka beruntunglah teman-teman yang kuliah di jurusan sosiologi,” ucap Susan.
“Berbagai relasi antar manusia, antar kelompok, dan antar negara tidak pernah bersih dari muatan kepentingan, penguasaan, permusuhan dan penindasan. Inilah kodrat sosial dalam sejarah masyarakat manusia,” ucap alumni S3 Universitas Doshisha Jepang ini.
Namun demikian, kata Novri, nilai dan norma sosial memiliki sifat yang statis. Bahkan pada tingkat kritis tidak mampu membuka peluang pemecahan masalah pada saat relasi sosial memanas oleh kepentingan dan perilaku bermusuhan.
“Kondisi inilah yang menciptakan krisis relasi sosial yang mana setiap subjek jatuh pada berbagai pilihan untuk menjatuhkan dan meniadakan subjek yang lain,” sambung alumni S2 Studi Konflik dan Perdamaian Universitas PBB tersebut.
Lihat Juga :