Unismuh Makassar dan ICW Jajaki Kerja Sama Ajarkan Mata Kuliah Antikorupsi
Kamis, 08 Desember 2022 - 15:27 WIB
loading...
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjajaki peluang kerja sama dengan Indonesian Corruption Watch (ICW) untuk mengajarkan mata kuliah antikorupsi di kampus. Foto Antara
A
A
A
MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjajaki peluang kerja sama dengan Indonesian Corruption Watch (ICW) untuk mengajarkan mata kuliah antikorupsi di kampus.
Langkah awal penjajakan kerja sama ini dilakukan secara daring, Kamis (8/12/2022). Dalam pertemuan ini, ICW diwakili Nisa dan Yulia. Dari pihak Unismuh dihadiri oleh Rektor Prof Ambo Asse, Wakil Rektor I Dr Abd Rakhim Nanda, Wakil Rektor II Prof Andi Sukri Syamsuri, dan Kepala Humas Hadisaputra. Baca juga: Haedar Nashir di Hadapan Mahasiswa UMJ: Kita Perlu Memiliki Almamater Pride
Nisa, pada kesempatan awal ini, menyampaikan program Akademi Antikorupsi yang merupakan sistem pembelajaran antikorupsi berbasis internet. Menurut Nisa, Akademi Antikorupsi merupakan salah satu upaya pihaknya membangun konsep pendidikan pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Akademi Antikorupsi ini, lanjut dia, merupakan satu upaya dari ICW untuk membangun suatu konsep pendidikan antikorupsi yang bisa diakses semua orang. "Mungkin selama ini ICW lebih dikenal dengan gerakan antikorupsi yang berwajah pendekatan hukum, padahal kami juga memiliki program yang bersifat edukasi,” ujar Nisa.
Melalui Akademi Antikorupsi ditawarkan berbagai mata kuliah, antara lain, Pengantar Korupsi untuk Pelajar, Pengantar Korupsi untuk Umum, Pedadogi Kritis dan Pendidikan Antikorupsi, Pengawasan Anggaran Desa, Pengawasan Anggaran Publik, Advokasi Pelayanan Publik, dan lain-lain. Baca juga: KPK Sangkal Tersangka Korupsi Abdul Latif Bertemu Firli Bahuri di Acara Hakordia
“Kami juga telah bekerja sama dengan beberapa kampus. Mata kuliah yang kami tawarkan di Akademi Antikorupsi sudah digunakan sebagai mata kuliah wajib, atau digunakan beberapa pokok bahasannya di mata kuliah lain, yang arahnya pada pencegahan korupsi,” ujarnya.
Langkah awal penjajakan kerja sama ini dilakukan secara daring, Kamis (8/12/2022). Dalam pertemuan ini, ICW diwakili Nisa dan Yulia. Dari pihak Unismuh dihadiri oleh Rektor Prof Ambo Asse, Wakil Rektor I Dr Abd Rakhim Nanda, Wakil Rektor II Prof Andi Sukri Syamsuri, dan Kepala Humas Hadisaputra. Baca juga: Haedar Nashir di Hadapan Mahasiswa UMJ: Kita Perlu Memiliki Almamater Pride
Nisa, pada kesempatan awal ini, menyampaikan program Akademi Antikorupsi yang merupakan sistem pembelajaran antikorupsi berbasis internet. Menurut Nisa, Akademi Antikorupsi merupakan salah satu upaya pihaknya membangun konsep pendidikan pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Akademi Antikorupsi ini, lanjut dia, merupakan satu upaya dari ICW untuk membangun suatu konsep pendidikan antikorupsi yang bisa diakses semua orang. "Mungkin selama ini ICW lebih dikenal dengan gerakan antikorupsi yang berwajah pendekatan hukum, padahal kami juga memiliki program yang bersifat edukasi,” ujar Nisa.
Melalui Akademi Antikorupsi ditawarkan berbagai mata kuliah, antara lain, Pengantar Korupsi untuk Pelajar, Pengantar Korupsi untuk Umum, Pedadogi Kritis dan Pendidikan Antikorupsi, Pengawasan Anggaran Desa, Pengawasan Anggaran Publik, Advokasi Pelayanan Publik, dan lain-lain. Baca juga: KPK Sangkal Tersangka Korupsi Abdul Latif Bertemu Firli Bahuri di Acara Hakordia
“Kami juga telah bekerja sama dengan beberapa kampus. Mata kuliah yang kami tawarkan di Akademi Antikorupsi sudah digunakan sebagai mata kuliah wajib, atau digunakan beberapa pokok bahasannya di mata kuliah lain, yang arahnya pada pencegahan korupsi,” ujarnya.
Lihat Juga :