4 Prioritas Keselamatan Penanganan COVID-19 di Kota Kediri

loading...
4 Prioritas Keselamatan Penanganan COVID-19 di Kota Kediri
ILustrasi COVID-19. Foto/Dok
A+ A-
KEDIRI - Dalam penanganan pandemi COVID-19 di Kota Kediri, tenaga kesehatan menjadi salah satu prioritas yang harus diselamatkan. Hal itu menyusul meninggalnya dokter spesialis bedah syaraf RSUD Gambiran Kota Kediri, Machmud akibat terpapar COVID-19.

Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, keselamatan pasien adalah indikator utama pelayanan rumah sakit. (Baca juga: Catat! Info-Demic Lebih Cepat Menyebar Dibanding Virus Corona)

"Namun jangan mengesampingkan keselamatan tenaga kesehatan," ujar Fauzan Adima, di Kediri, Kamis (17/9/2020). (Baca juga: Operasi Tumpas Narkoba di Kediri Amankan 29 Tersangka, Termasuk Jaringan Lapas)

Termasuk dokter Machmud dari RSUD Gambiran Kota Kediri. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat ada sebanyak 105 orang tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dunia akibat penanganan COVID-19.

Jumlah tersebut terhitung hingga 11 September 2020. Karenanya, bertepatan dengan peringatan Hari Pasien Dunia (World Patient Safety Day) yang jatuh Kamis 17 September, ancaman terhadap keselamatan tenaga medis menjadi perhatian serius.



"Keselamatan tenaga kesehatan adalah keselamatan kita semua," kata Fauzan. Ada empat hal di lingkungan rumah sakit yang menurut Fauzan harus mendapat jaminan keselamatan. Yakni, keselamatan karyawan (employ safety) baik medis maupun nonmedis.

Kemudian keselamatan lingkungan rumah sakit (Environment safety), keselamatan keuangan (financial safety) rumah sakit, dan keselamatan sarana prasarana rumah sakit (Equipment safety). "RSUD Gambiran berupaya memastikan keselamatan empat hal tersebut," kata Fauzan.

Dalam kesempatan itu, Fauzan juga mengapresiasi kinerja seluruh karyawan rumah sakit yang telah bekerja keras meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka memberikan pelayanan maksimal dengan tetap menjaga keselamatan dan keamanan masing masing.

Kepada masyarakat, Fauzan berharap senantiasa mematuhi protokol kesehatan agar selamat dari pandemi COVID-19. "Kepada para tenaga medis dan paramedis juga tetap menggunakan APD secara standar dan mematuhi protap pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI)," pungkas Fauzan.

Seperti diketahui, dokter Machmud, spesialis bedah syaraf RSUD Gambiran Kota Kediri meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 pada 9 September lalu. Dokter Machmud yang sempat menjalani perawatan tiga pekan, menghembuskan nafas terakhir di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Machmud terkonfirmasi positif COVID-19 pada 20 Agustus, dan dinyatakan sebagai pasien positif ke 131 di Kota Kediri.
(nth)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top