KPU Gandeng Jurnalis Nahdliyin Sosialisasikan Pilwali Surabaya
Kamis, 17 September 2020 - 06:08 WIB
loading...
Sosialisasi tatap muka Pilwali Kota Surabaya di Graha Pemuda, Komplek Museum NU, Surabaya. Foto/SINDONews/HO/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Memperingati Hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap tanggal 15 September, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya , menggelar sosialisasi tatap muka Pilwali Surabaya . Dalam acara ini pihak KPU Surabaya , menggandeng Forum Komunikasi (Forkom) Jurnalis Nahdliyin.
(Baca juga: Wanita-wanita Seksi Pemandu Lagu Terjaring Razia Masker )
Acara ini dihadiri langsung oleh Komisioner KPU Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Subairi. Selain itu ada puluhan peserta juga dari kalangan Jurnalis Nahdliyin serta warga sekitar Kecamatan Gayungan.
Dalam kesempatan tersebut Subairi menyampaikan, jika pihak KPU Surabaya , menggelar sosialisasi tatap muka sebanyak 110 kali sesuai dengan kekuatan anggaran yang ada. Ia berharap dengan kegiatan ini, masyarakat semakin banyak yang tahu pelaksanaan Pilwali Surabaya , 9 Desember mendatang.
"Itu menyisir 11 segmen. Yakni, pemilih pemula, netizen, perempuan, komunitas, kawasan padat penduduk," ujar Subairi. Menurut dia kegiatan ini penting karena menyapa masyarakat secara langsung agar memilih. Hal penting adalah untuk pendidikan politik.
(Baca juga: Wanita-wanita Seksi Pemandu Lagu Terjaring Razia Masker )
Acara ini dihadiri langsung oleh Komisioner KPU Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Subairi. Selain itu ada puluhan peserta juga dari kalangan Jurnalis Nahdliyin serta warga sekitar Kecamatan Gayungan.
Dalam kesempatan tersebut Subairi menyampaikan, jika pihak KPU Surabaya , menggelar sosialisasi tatap muka sebanyak 110 kali sesuai dengan kekuatan anggaran yang ada. Ia berharap dengan kegiatan ini, masyarakat semakin banyak yang tahu pelaksanaan Pilwali Surabaya , 9 Desember mendatang.
"Itu menyisir 11 segmen. Yakni, pemilih pemula, netizen, perempuan, komunitas, kawasan padat penduduk," ujar Subairi. Menurut dia kegiatan ini penting karena menyapa masyarakat secara langsung agar memilih. Hal penting adalah untuk pendidikan politik.
Lihat Juga :