Kalapas Bolangi Bongkar Napi Nakal yang Terlibat Sindikat Belanda
Senin, 07 September 2020 - 05:01 WIB
loading...
Divisi Humas Mabes Polri, saat merilis pengungkapan sindikat narkoba jenis pil ekstasi asal Belanda, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Foto/Dok. Koran Sindo
A
A
A
MAKASAR - Seorang narapidana (Napi) kasus narkotika penghuni Lapas Bolangi Sungguminasa, yang baru-baru ini membuat heboh lantaran diduga terlibat sindikat internasional, akhirnya di beber oleh pihak Lapas Bolangi Sungguminasa.
(Baca juga: Calon Gubernur Cantik Ini Tutup Pendaftaran Pilkada Sulut )
Kepala Lapas Bolangi Sungguminasa, Rahnianto saat dikonfirmasi mengakui dirinya baru menjabat dua bulanan terakhir dan baru saja hendak bekerja. Ia mengatakan berkaitan dengan perkara ini, semua pihak diharapkan jangan terburu-buru menyimpulkan dan menyalahkan pihaknya (Lapas).
"Saya baru dua bulan dijabatan ini, tahu-tahu pihak kepolisian datang dan meminta bantuan untuk mengungkap keterlibatan napi dalam kasus peredaran narkotika . Saya baru mau bekerja. Jangan buru-buru menyalahkan," tegasnya.
Menurutnya semua napi yang masuk ke Bolangi, adalah orang bermasalah yang ditangkap pihak Kepolisian. Mereka kemudian diadili dan akhirnya dikirim ke Lapas untuk di masukkan ke sel.
"Napi itu yang tangkap polisi, begitu masuk di kamar sel, tugas kami hanya memasyarakatkan mereka, membina, kalau tidak dan belum bisa dibina dan banyak melaksanakan pelanggaran, tentu mereka akan kena sanksi-sanksi yang merugikan diri mereka sendiri. Misalnya tidak akan mendapatkan remisi, atau pengurangan hukuman," ungkapnya.
(Baca juga: Adik Ipar Ganjar Pranowo Jadi Penantang Patahana Dari PDIP )
(Baca juga: Calon Gubernur Cantik Ini Tutup Pendaftaran Pilkada Sulut )
Kepala Lapas Bolangi Sungguminasa, Rahnianto saat dikonfirmasi mengakui dirinya baru menjabat dua bulanan terakhir dan baru saja hendak bekerja. Ia mengatakan berkaitan dengan perkara ini, semua pihak diharapkan jangan terburu-buru menyimpulkan dan menyalahkan pihaknya (Lapas).
"Saya baru dua bulan dijabatan ini, tahu-tahu pihak kepolisian datang dan meminta bantuan untuk mengungkap keterlibatan napi dalam kasus peredaran narkotika . Saya baru mau bekerja. Jangan buru-buru menyalahkan," tegasnya.
Menurutnya semua napi yang masuk ke Bolangi, adalah orang bermasalah yang ditangkap pihak Kepolisian. Mereka kemudian diadili dan akhirnya dikirim ke Lapas untuk di masukkan ke sel.
"Napi itu yang tangkap polisi, begitu masuk di kamar sel, tugas kami hanya memasyarakatkan mereka, membina, kalau tidak dan belum bisa dibina dan banyak melaksanakan pelanggaran, tentu mereka akan kena sanksi-sanksi yang merugikan diri mereka sendiri. Misalnya tidak akan mendapatkan remisi, atau pengurangan hukuman," ungkapnya.
(Baca juga: Adik Ipar Ganjar Pranowo Jadi Penantang Patahana Dari PDIP )
Lihat Juga :