Menteri Siti Nurbaya Ingatkan Pentingnya Kebijakan Water Balance

Jum'at, 04 September 2020 - 19:05 WIB
loading...
Menteri Siti Nurbaya...
Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan Siti Nurbaya saat memberikan sambutannya dalam pembukaan e-learning. Foto/Ist
A A A
BALI - Wilayah Indonesia mulai mengalami kekeringan sejak 10 tahun terakhir. Kondisi yang sebetulnya tidak perlu terjadi, mengingat curah hujan di hampir seluruh wilayah kita termasuk kategori tinggi.

Bahkan beberapa wilayah termasuk daerah semi arid, seperti sebagian Bali Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Lembah Palu. Namun hujan kumulatif tahunannya masih termasuk sedang (700-800 mm/tahun). (Baca juga: Prihatin Warga Pesisir Kekeringan, Kodim 1422 Maros Bagikan Air Bersih )

Secara temporal, bulan kering juga relatif tidak lama, sekitar 3-4 bulan. Walaupun kondisi daerah semi arid juga berbeda, karena bulan keringnya 6-7 bulan. (Baca juga: Keliling Bali Pakai Google Map, 2 Turis Amerika Tersesat di Hutan )

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, hal yang harus diwaspadai yakni adanya peningkatan bencana kekeringan baik sebaran spasialnya, maupun jangka waktunya (temporal). Semakin bertambah banyak daerah-daerah yang berdasarkan peta indeks kelangkaan air (water scarcity index) masuk kategori stressed, yaitu air yang tersedia hanya mampu memenuhi kebutuhan 1.000-2.000 m3/kapita/tahun dan langka ekstrim (severely scarce) yang hanya mampu memenuhi kebutuhan 1.000-2.000 m3/kapita/tahun, Sementara ambang batas untuk kategori normal adalah 2.000 m3/kapita/tahun.

Kondisi tersebut semakin menurunkan peluang akses ke air bersih, disamping kemampuan dalam menafsirkan berbagai fenomena serta mensintesakannya menjadi sebuah informasi holistic yang menjadi dasar dalam mengambil tindakan/keputusan.

Dalam tata kelola bentang alam hal itu penting dilakukan, karena konfigurasinya mengekspresikan rajutan-rajutan berbagai atribut yang ada. Muaranya adalah “value” yang dipahami manusia untuk bertindak dan berperilaku sebagai sebuah cultural landscape dan memiliki posisi sebagai subyek tata kelola.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Kekeringan Meluas, BNPB...
Kekeringan Meluas, BNPB Laporkan Ribuan Warga Terdampak
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Laporan Baru PBB: Dunia...
Laporan Baru PBB: Dunia Berada dalam Kondisi Kebangkrutan Air Global
Habiskan Anggaran Rp150...
Habiskan Anggaran Rp150 Miliar, UEA Harus Menyemai Awan untuk Atasi Kekurangan Air
Kekeringan Parah, Negara...
Kekeringan Parah, Negara Arab Menabur Awan untuk Mendapatkan Hujan
Rekomendasi
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved