Kehebatan 2 Mahapatih Majapahit, Mpu Nambi Usir Tentara Mongol dan Gajah Mada Luaskan Wilayah hingga Malaka

Minggu, 09 Februari 2025 - 07:21 WIB
loading...
Kehebatan 2 Mahapatih...
Dua Patih Kerajaan Majapahit memiliki peran yang besar dalam membawa kejayaan di Nusantara. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Mpu Nambi menjadi Mahapatih Majapahit pertama di masa Raden Wijaya bertahta. Mpu Nambi memang memiliki jasa besar pada pendirian Kerajaan Majapahit di bawah komando Raden Wijaya, mengusir ribuan tentara Tartar dari Mongol daratan Cina.

Strategi cerdiknya ditengarai membuat sang pasukan yang sulit dikalahkan dalam perang-perang di wilayah lain takluk di Tanah Jawa. Peran Mpu Nambi jadi penting mengusir Mongol dari Pulau Jawa.

Membandingkan Mpu Nambi dan Gajah Mada sebagai sesama Mahapatih Majapahit tentu tak relevan. Keduanya hidup di masa dan kepemimpinan raja yang berbeda. Termasuk dari segi karakter kedua pejabat penting di Kerajaan Majapahit ini.

Baca juga: Keputusan Gayatri Tunjuk Dua Putrinya Berkuasa Membuka Jalan Majapahit Menuju Kejayaan

Di Negarakertagama diketahui Gajah Mada bergelar Rakyan Sang Mantri Mukyapatih I Majapahit Sang Pranaleng Kadatwan, artinya sang perdana menteri Patih Majapahit, perantara keraton. Sedangkan Nambi yang menjadi Mahapatih di kala raja Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana dan Jayanagara.

Gelar resmi patih Nambi adalah Patih Amungku Bhumi, gelar Patih Amangku Bhumi hanya digunakan oleh patih Kerajaan Majapahit untuk membedakannya dari gelar patih di berbagai daerah di wilayah negara Majapahit.

Baca juga: Puncak Kejayaan Kerajaan Majapahit Beserta Raja dan Wilayah Kekuasaanya

Dikisahkan Patih Amangku Bumi itu sama dengan patih seluruh negara amatya ring sanagara. Para adipati di wilayah negara Majapahit, misalnya rani Kahuripan dan Raja Kediri masing - masing juga mempunyai patih. Raja Jayakatwang Kediri mempunyai patih bernama Kebo Mundarang.

Konon pada masa Patih Nambi inilah Majapahit harus menghadapi serangan dari Kediri dan berhasil menaklukkannya. Tak hanya itu di bawah Patih Nambi sebagai Patih Amangku Bhumi, Majapahit juga mengusir pasukan Tartar dari Kekaisaran Mongol.

Strategi cerdiknya membuat pasukan Mongol yang mabuk kemenangan atas Kediri dibuat menyerah. Alhasil tentara Tartar pun berhasil diusir dari tanah Jawa, sehingga kelangsungan Kerajaan Majapahit bisa berjalan hingga akhirnya menjadi sebuah kerajaan besar.

Konon di masa pemerintahan Raja Raden Wijaya pasukan di bawah pimpinan Nambi mengalami kekalahan dari Ranggalawe, dalam pertempuran yang terjadi di Sungai Tambak Beras.

Nambi sendiri berhasil menyelematkan diri setelah kuda yang dinaikinya Brahma Cikur mati tertusuk oleh Ranggalawe. Nambi dan pasukannya kemudian berhasil dipukul mundur oleh Ranggalawe dan kalah perang. Hal ini membuat pemerintahan Raja Dyah Wijaya dibuat geram dan berencana melakukan serangan kedua dengan jumlah yang lebih besar di bawah komando Mahisa Nabrang.

Pertempuran inilah yang menjadi pertempuran pertama mengawali pergolakan di Kerajaan Majapahit sebelum Hayam Wuruk dan Gajah Mada-nya naik tahta, dan membawa Kerajaan Majapahit bisa menguasai Nusantara.

Pada masa pemerintahan Bhre Kahuripan dan Hayam Wuruk, jabatan yang demikian itu dipegang sendiri oleh patih amangku bhumi Gajah Mada. Saat itulah politik pemerintahan negara Majapahit sepenuhnya ada di tangan Gajah Mada.

Gajah Mada berhasil meluaskan wilayah kekuasaan Majapahit hingga ke Semenanjung Malaya atau yang kini masuk Malaysia. Tapi karena peristiwa Perang Bubat, Gajah Mada kehilangan jabatannya dan menjadi pesakitan.

Kedua sosok ini baik Nambi dan Gajah Mada peran keduanya ini tak bisa digantikan satu sosok. Alhasil Dewan Pertimbangan Agung terpaksa mengangkat enam orang untuk menopang jabatan mahapatih di Kerajaan Majapahit.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Tiga Saran Gayatri Wujudkan...
Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih...
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih Pertama Kerajaan Majapahit yang Jago Siasat Perang
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Kisah Sultan Baybars...
Kisah Sultan Baybars Mengusir Bangsa Mongol dari Mesir saat Daulah Abbasiyah Runtuh
Rekomendasi
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved