Perangi Pandemi Covid-19, Ketaatan Protokol Kesehatan Jadi Kunci
Minggu, 03 Mei 2020 - 06:01 WIB
loading...
Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto saat zoom meeting membahas pandemi dan semangat kebangsaan.Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Pandemi corona atau Covid-19 menjadi perhatian seluruh pihak. Khususnya di Jawa Timur, jumlah positif corona sudah lebih dari 1.000 orang. Diperlukan dukungan semua pihak agar pandemi ini segera berlalu
“Pandemi Covid-19 saat ini Jatim sudah berada pada angka 1.000 lebih yang berstatus positif dan angkanya cenderung terus naik. Untuk PDP (pasien dalam pengawasan)-nya ada 3.000 lebih dan untuk ODP (orang dalam pengasawan)-nya sekira 19.000. Jatim di posisi kedua di Indonesia. Dampaknya sangat besar bagi sisi kesehatan maupun sisi sosial ekonomi,” kata Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto dalam diskusi via zoom meeting yang diadakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Timur.
Menurut Jonathan, diperlukan upaya dan kerja keras guna bisa keluar dari situasi yang cukup pelik tersebut. “Diperlukan pemahaman dan komitmen kebangsaan bersama, karena ini tidak akan bisa selesai tanpa didukung oleh tingkat kedisiplinan masyarakat dalam rangka menghadapi dan melaksanakan PSBB [Pembatasan Sosial Berskala Besar] yang saat ini tengah diberlakukan di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Ketaatan pada protokol kesehatan menjadi kunci utama,” ujarnya.
Jonathan menyatakan peran generasi muda atau kaum milenial saat ini sangat penting bahkan menjadi kunci guna bersama-sama mengatasi problem bangsa.
“Rekan-rekan milenial punya posisi yang sangat strategis. Saya kira ini menjadi bagian yang sangat penting di dalam pelaksanaannya. Termasuk bagaimana kita bisa melaksanakan wawasan kebangsaan, bagaimana kita merajut kebangsaan, dan menguatkan jati diri kita Indonesia. Semua aspek itu tentunya kini tidak bisa lepas dari peran besar kaum muda,” tegasnya.
Dia menyatakan keberadaan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia cinta, mesti dapat buktikan di dalam implementasi sehari-hari.
“Pandemi Covid-19 saat ini Jatim sudah berada pada angka 1.000 lebih yang berstatus positif dan angkanya cenderung terus naik. Untuk PDP (pasien dalam pengawasan)-nya ada 3.000 lebih dan untuk ODP (orang dalam pengasawan)-nya sekira 19.000. Jatim di posisi kedua di Indonesia. Dampaknya sangat besar bagi sisi kesehatan maupun sisi sosial ekonomi,” kata Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto dalam diskusi via zoom meeting yang diadakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Timur.
Menurut Jonathan, diperlukan upaya dan kerja keras guna bisa keluar dari situasi yang cukup pelik tersebut. “Diperlukan pemahaman dan komitmen kebangsaan bersama, karena ini tidak akan bisa selesai tanpa didukung oleh tingkat kedisiplinan masyarakat dalam rangka menghadapi dan melaksanakan PSBB [Pembatasan Sosial Berskala Besar] yang saat ini tengah diberlakukan di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Ketaatan pada protokol kesehatan menjadi kunci utama,” ujarnya.
Jonathan menyatakan peran generasi muda atau kaum milenial saat ini sangat penting bahkan menjadi kunci guna bersama-sama mengatasi problem bangsa.
“Rekan-rekan milenial punya posisi yang sangat strategis. Saya kira ini menjadi bagian yang sangat penting di dalam pelaksanaannya. Termasuk bagaimana kita bisa melaksanakan wawasan kebangsaan, bagaimana kita merajut kebangsaan, dan menguatkan jati diri kita Indonesia. Semua aspek itu tentunya kini tidak bisa lepas dari peran besar kaum muda,” tegasnya.
Dia menyatakan keberadaan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia cinta, mesti dapat buktikan di dalam implementasi sehari-hari.
Lihat Juga :