Pakar: Intuisi Ridwan Kamil Penentu Jabar Unggul dalam Survei Penanganan COVID-19
Sabtu, 02 Mei 2020 - 19:56 WIB
loading...
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Lembaga riset Repro Indonesia menempatkan Pemprov Jawa Barat sebagai pemerintah provinsi paling responsif dalam penanganan pandemi virus Corona (COVID-19) dibandingkan Pemprov DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Menanggapi hasil survei Repro Indonesia tersebut, pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menilai, setidaknya ada lima faktor yang membuat Jabar unggul dalam penanganan COVID-19 dibandingkan provinsi lain.
"Pertama, Jabar tentu tidak bisa berdiam diri dan lamban mengantisipasi karena pusat pandemi ini kan di Jakarta, mau tidak mau harus lebih responsif secara geografis. Langkah-langkah responsif itu penting untuk melokalisasi persebaran Corona," ujar Muradi, Sabtu (2/5/2020).
Kedua, sikap responsif Pemprov Jabar tak lepas dari manajemen kepemimpinan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam penanganan COVID-19. Terlepas dari tudingan sebagian pihak tengah mengambil momentum, Muradi menilai, sense of crisis Ridwan Kamil lebih unggul dibandingkan kepala daerah lainnya.
"Harus diakui ada sesuatu yang lebih punya sense of crisis yang membuat Jabar bisa lebih mengambil inisiatif. Misalnya pengambilan (usulan) PSBB provinsi, Jabar berani melakukan, itu bukan semata-mata ikut-ikutan, tapi juga intuisi pemimpin," paparnya.
Ketiga, Muradi menilai, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun unggul dibandingkan kepala daerah lain karena memiliki kemampuan melihat celah dalam penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi COVID-19. "Penanganan persoalan orang miskin baru terdampak COVID-19 misalnya, itu butuh kemampuan intuisi efektif," sebut Muradi mencontohkan kemampuan Ridwan Kamil yang dimaksud.
Keempat, momentum COVID-19 menurut dia membuat pola komunikasi antara Ridwan Kamil dengan bupati/wali kota di Jabar membaik dibandingkan saat Ridwan Kamil baru menjabat Gubernur Jabar. (Baca juga; Ridwan Kamil Targetkan 40 Ribu Tes Swab Selama PSBB Jabar )
Menanggapi hasil survei Repro Indonesia tersebut, pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menilai, setidaknya ada lima faktor yang membuat Jabar unggul dalam penanganan COVID-19 dibandingkan provinsi lain.
"Pertama, Jabar tentu tidak bisa berdiam diri dan lamban mengantisipasi karena pusat pandemi ini kan di Jakarta, mau tidak mau harus lebih responsif secara geografis. Langkah-langkah responsif itu penting untuk melokalisasi persebaran Corona," ujar Muradi, Sabtu (2/5/2020).
Kedua, sikap responsif Pemprov Jabar tak lepas dari manajemen kepemimpinan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam penanganan COVID-19. Terlepas dari tudingan sebagian pihak tengah mengambil momentum, Muradi menilai, sense of crisis Ridwan Kamil lebih unggul dibandingkan kepala daerah lainnya.
"Harus diakui ada sesuatu yang lebih punya sense of crisis yang membuat Jabar bisa lebih mengambil inisiatif. Misalnya pengambilan (usulan) PSBB provinsi, Jabar berani melakukan, itu bukan semata-mata ikut-ikutan, tapi juga intuisi pemimpin," paparnya.
Ketiga, Muradi menilai, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun unggul dibandingkan kepala daerah lain karena memiliki kemampuan melihat celah dalam penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi COVID-19. "Penanganan persoalan orang miskin baru terdampak COVID-19 misalnya, itu butuh kemampuan intuisi efektif," sebut Muradi mencontohkan kemampuan Ridwan Kamil yang dimaksud.
Keempat, momentum COVID-19 menurut dia membuat pola komunikasi antara Ridwan Kamil dengan bupati/wali kota di Jabar membaik dibandingkan saat Ridwan Kamil baru menjabat Gubernur Jabar. (Baca juga; Ridwan Kamil Targetkan 40 Ribu Tes Swab Selama PSBB Jabar )
Lihat Juga :