Lemahnya Tentara Kerajaan Majapahit Paksa Raja Berkoalisi dengan Portugis Demi Lawan Demak
Rabu, 04 Desember 2024 - 06:55 WIB
loading...
Raja Majapahit terakhir,Girindrawardhana menjalin koalisi hubungan dengan Portugis karena mulai terpojok dengan perkembangan Kesultanan Demak. FOTO ILUSTRASI/nusantarahistory.wordpress.com
A
A
A
JAKARTA - Raja Majapahit terakhir konon menjalin koalisi hubungan dengan Portugis . Kala itu Portugis memang sudah menguasai Kota Malaka, yang menjadi kota dengan bandar perdagangan strategis dan salah satu tersibuk di dunia. Hal itu dimanfaatkan oleh Kerajaan Majapahit untuk bisa menarik mereka ke Pulau Jawa.
Apalagi permintaan koalisi Raja Majapahit yang dipimpin oleh Girindrawardhana bukanlah tanpa alasan. Kerajaan Majapahit mulai terpojok dengan perkembangan Kesultanan Demak di bawah kekuasaan Raden Patah atau yang juga disebut Jin Bun. Apalagi Kesultanan Demak kala itu mulai masif memperluas kekuasaannya di beberapa wilayah di Pulau Jawa.
Lemahnya kekuatan tentara Majapahit di akhir kejayaan itu membuat Girindrawardhana terpaksa bergantung ke antek asing Portugis. Hal ini demi membalas serangan Demak di beberapa wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit, yang telah mulai lepas.
Baca juga: Kisah Asal-usul Raden Wijaya, Cucu Pejabat Kerajaan Singasari yang Jadi Pendiri Majapahit
Salah satu jalan untuk dapat memperbaiki perekonomian rakyat ialah mengadakan hubungan dagang dengan orang-orang Portugis, yang sejak tahun 1511 mondar mandir ke Maluku mengangkut rempah-rempah. Namun, kota-kota pelabuhan di sepanjang pantai utara telah dikuasai oleh orang-orang Tionghoa yang setia kepada Kesultanan Demak.
Apalagi permintaan koalisi Raja Majapahit yang dipimpin oleh Girindrawardhana bukanlah tanpa alasan. Kerajaan Majapahit mulai terpojok dengan perkembangan Kesultanan Demak di bawah kekuasaan Raden Patah atau yang juga disebut Jin Bun. Apalagi Kesultanan Demak kala itu mulai masif memperluas kekuasaannya di beberapa wilayah di Pulau Jawa.
Lemahnya kekuatan tentara Majapahit di akhir kejayaan itu membuat Girindrawardhana terpaksa bergantung ke antek asing Portugis. Hal ini demi membalas serangan Demak di beberapa wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit, yang telah mulai lepas.
Baca juga: Kisah Asal-usul Raden Wijaya, Cucu Pejabat Kerajaan Singasari yang Jadi Pendiri Majapahit
Salah satu jalan untuk dapat memperbaiki perekonomian rakyat ialah mengadakan hubungan dagang dengan orang-orang Portugis, yang sejak tahun 1511 mondar mandir ke Maluku mengangkut rempah-rempah. Namun, kota-kota pelabuhan di sepanjang pantai utara telah dikuasai oleh orang-orang Tionghoa yang setia kepada Kesultanan Demak.
Lihat Juga :