Yon Artiono Arba’i, Sosok Terlupakan dalam Evakuasi Soe Hok Gie di Tragedi Gunung Semeru

Rabu, 21 Agustus 2024 - 06:06 WIB
loading...
A A A
TentangYon Artiono

Yon Artiono Arba’i dikenal sebagai pemrakarsa sekaligus pendiri Top Mountain Stranger (TMS-7) Indonesia, sebuah perhimpunan pendaki gunung, pecinta dan penjelajah alam bebas. Pada 1971, Yon yang membawa bendera TMS-7 berbarengan dengan anggota Wanadri, melakukan ekspedisi pertama ke luar negeri, yakni ke Gunung Kinabalu, di Sabah Malaysia.

Meski mendaki bareng dengan jalur berbeda, namun tidak ada rivalitas, rasa sombong dan ego kelembagaan. Tim TMS-7 mendaki dari jalur Selatan Tarakan, Tawao, Sandakan, Kinabalu. Sementara tim Wanadri mendaki dari arah Barat, Serawak Kuching, Kinabalu.

Sebagai penggiat alam bebas dan senior pecinta alam,Yon Artiono Arba’i menguasai trimatra,naik gunung, terjun payung, menyelam, dan banyak lagi. Ia juga kerap terlibat di banyak giat pelestarian alam, giat sosial dan sejumlah operasi SAR.

baca juga: Sederet Tokoh yang Aktif di Mapala, dari Presiden Jokowi hingga Soe Hok Gie

Berkat seabrek aktivitasnya dan kepedulian sosialnya, tak heran jika Yon bersama 15 orang lainnya mendapat anugerah bintang kehormatan dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada 15 Agustus 2007 di Istana Negara, Jakarta.

Tak hanya itu, Yon yang pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu dan Sulawesi Selatan, di akhir karirnyasempat menjadi PltJaksa Agung Muda Perdatadan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI.

Sebagai legacy pernah berkiprah menjadi aparat penegak hukum, Yon Artiono Arba’i menelurkan sebuah buku berjudul "Aku Menolak Hukuman Mati" yang menelaah penerapan pidana mati dari berbagai perspektif. Penerapan hukuman mati memang kerap mengundang banyak perdebatan: layak dipertahankan atau tidak. Apakah sanksi berupa hukuman mati membuat tujuan pemidanaan tercapai? Dan apakah penerapannya memberikan efek jera, mencegah masyarakat umum bertindak di luar hukum?

Buku ini diolah dari disertasi Yon Artiono Arba’i, “Perspektif Pidana Mati sebagai Sanksi Alternatif dalam Memenuhi Keadilan dan Hak Asasi Manusia”. Dalam kajiannya ini Yon Artiono Arba’i menyelisik hukuman mati dari perspektif sejarah, agama, dan teori hukum itu sendiri.

Buku ini juga membandingkan sudut pandang negara-negara yang pro dengan negara yang kontra dengan pelaksanaan hukuman mati. Lewat penelitiannya, Yon Artiono Arba’i menawarkan suatu cara pandang terhadap hukuman mati khususnya di Indonesia.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Rekomendasi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved