Cerita Pagi

Menapak Jejak Sejarah Candi Gedong Songo di Lereng Gunung Ungaran

loading...
Menapak Jejak Sejarah Candi Gedong Songo di Lereng Gunung Ungaran
Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang. FOTO : SINDOnews/Ahmad Antoni
Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang merupakan destinasi wisata di Jawa Tengah yang tak hanya menebar pesona keindahan alam di atas lereng Gunung Ungaran, namun juga merupakan benda cagar budaya yang memiliki jejak sejarah.

Candi yang berada di ketinggian 1.200 mdpl dengan suhu yang dingin ini tepatnya berada di Dusun Darum, Kelurahan Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang

Komplek candi ini pertama kali ditemukan oleh Loten pada tahun 1740 dan dibangun pada abad VIII Masehi. Nama Gedong berasal dari bahasa Jawa, Gedong bermakna rumah atau bangunan dan Songo bermakna sembilan. Jadi Gedong Songo mempunyai arti sembilan bangunan (kelompok bangunan).
(Baca juga : Berburu Karomah di Makam Nyai Kopek, Penyebar Agama Islam di Salatiga)

Namun ketika mengunjungi candi Gedong Songo, Anda hanya akan mendapati 5 komplek candi. Sehingga hal itu telah memunculkan misteri yang belum terjawab, apakah ada makna lain dari kata 'Gedong Songo' atau masih ada 4 komplek candi lainnya yang belum ditemukan?



Keberadaan Candi Gedong Songo di lereng Gunung Ungaran bukan tanpa alasan. Sejak dulu umat Hindu percaya bahwa gunung adalah tempat tinggalnya para Dewa dan diyakini sebagai tempat persembahan kepada roh nenek moyang.

Candi Gedong Songo juga menyimpan kekhasan tersendiri dengan adanya akulturasi budaya. Itu tergambar dengan adanya kepercayaan kepada Parswadewata, yakni persembahan kepada ruh nenek moyang yang bersatu dengan Siwa yang pada candi disimbolkan dengan Lingga-Yoni yang dikawal oleh tiga dewa (Durga, Ganesha, dan Agastya).

Sisi lain yang menarik dari candi Gedong Songo adalah posisi candi yang diletakkan berderet dari bawah hingga ke atas perbukitan. Belum ada jawaban yang menjelaskan mengapa posisi candi dibuat sedemikian rupa.



Akan tetapi ada yang mempercayai jika posisi candi menggambarkan hirarki kesucian yang berarti bahwa candi yang diatasnya lebih suci dari candi di bawahnya. Atau ada juga yang mempercayai bahwa posisi candi menggambarkan petunjuk suatu prosesi keagamaan yang dilakukan dari candi terbawah hingga teratas.
halaman ke-1 dari 3
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top