Pelabuhan Penting Penyokong Ekonomi Rakyat Masa Raja Airlangga Bertakhta
Rabu, 12 Juni 2024 - 07:50 WIB
loading...
Pelabuhan di Tuban menjadi pusat perdagangan yang dapat menopang kehidupan ekonomi Kerajaan Kahuripan masa Raja Airlangga. Foto/Ilustrasi
A
A
A
AIRLANGGA, Raja Kahuripan dikenal tak terlalu ambisius dalam hal penguasaan wilayah. Ia hanya membalas dendam dua serangan ke Putri Panuda di Tulungagung dan Haji Wurawari, yang berasal dari Lwaram, yang kini masuk wilayah Ngloram, Blora, Jawa Tengah.
Guna membalas serangan balasan itu konon Airlangga menghimpun pasukannya di Desa Patakan. Persiapan pasukan itu pun berhasil. Putri Panuda yang sempat menghancurkan istana Wwatan Mas terlebih dahulu ditaklukkan.
Kemudian di serangan berikutnya, Airlangga membalas serangan Wurawari, dari Lwaram. Airlangga menuntut kematian Dharmawangsa Teguh, raja terakhir Mataram di periode Jawa Timur. Serangan itu Airlangga konon dibantu oleh Mpu Narotama.
Baca Juga: Tiga Gelombang Serangan Banten, Cirebon dan Demak ke Pakuan Tamatkan Kerajaan Pajajaran
Dikutip dari buku “13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa”, serangan ke Lwaram dilakukan usai istana baru di Kahuripan selesai dibangun. Usai membunuh Haji Wurawari, Airlangga menumpas pemberontakan Wijayawarma dari Wengker pada 1035 M.
Sejak saat itu, Airlangga mampu memperluas wilayah kekuasaan Kahuripan (Sidoarjo) yang membentang dari Pasuruan (sebelah timur) hingga Madiun (sebelah barat). Di samping itu, wilayah kekuasaan Airlangga telah mencapai pantai utara Jawa, Surabaya, dan Tuban.
Di mana kelak Tuban menjadi pusat perdagangan yang dapat menopang kehidupan ekonomi Kahuripan. Sebagai raja, Airlangga tidak begitu rakus untuk mencaplok daerah-daerah kekuasaan yang lain.
Guna membalas serangan balasan itu konon Airlangga menghimpun pasukannya di Desa Patakan. Persiapan pasukan itu pun berhasil. Putri Panuda yang sempat menghancurkan istana Wwatan Mas terlebih dahulu ditaklukkan.
Kemudian di serangan berikutnya, Airlangga membalas serangan Wurawari, dari Lwaram. Airlangga menuntut kematian Dharmawangsa Teguh, raja terakhir Mataram di periode Jawa Timur. Serangan itu Airlangga konon dibantu oleh Mpu Narotama.
Baca Juga: Tiga Gelombang Serangan Banten, Cirebon dan Demak ke Pakuan Tamatkan Kerajaan Pajajaran
Dikutip dari buku “13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa”, serangan ke Lwaram dilakukan usai istana baru di Kahuripan selesai dibangun. Usai membunuh Haji Wurawari, Airlangga menumpas pemberontakan Wijayawarma dari Wengker pada 1035 M.
Sejak saat itu, Airlangga mampu memperluas wilayah kekuasaan Kahuripan (Sidoarjo) yang membentang dari Pasuruan (sebelah timur) hingga Madiun (sebelah barat). Di samping itu, wilayah kekuasaan Airlangga telah mencapai pantai utara Jawa, Surabaya, dan Tuban.
Di mana kelak Tuban menjadi pusat perdagangan yang dapat menopang kehidupan ekonomi Kahuripan. Sebagai raja, Airlangga tidak begitu rakus untuk mencaplok daerah-daerah kekuasaan yang lain.
Lihat Juga :