3 Investor Korea Kepincut KIT Batang, 1 Dipastikan Positif Berinvestasi
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 13:37 WIB
loading...
Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Kabupaten Batang Sri Purwaningsih saat memberikan pemaparan KIT kepada calon investor dari Korea Selatan. Foto : Istimewa
A
A
A
BATANG - Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang sudah banyak diminati oleh investor asing, salah satunya berasal dari negeri ginseng.
"Tiga investor asing asal negera Korea Selatan Kamis (13/8) kemarin sudah mengunjungi kawasan industri terpadu Batang, salah satu dari mereka positif investasi di Batang," Kata Bupati Batang Wihaji saat ditemui dikantornya, Jumat (14'8/2020).
Dari tiga investor tersebut dibawa oleh Badan Koordinasi Penanan Modal (BKPM), namun bupati belum mau menyebutkan jenis bidang usaha yang akan di investasikan di Batang.
"Tidak usah saya sebut bidang usaha perussahaanya, yang jelas nvestor Korea sangat serius di KIT Batang. Karena mereka sudah mengirim surat resmi peminatan," ungkapnya.(Baca juga : Pemkab Batang Manjakan Konsumen Pasar Induk lewat Aplikasi Dotukara )
Bupati menyebutkan, dari lahan 4300 hektar kawasan KIT yang berada di Desa Ketanggan Gringsing, pada tahap pertama akan dibangun 450 hektar yang didalamnya termasuk konsep Transit Oriented Development (TOD).
"Tiga investor asing asal negera Korea Selatan Kamis (13/8) kemarin sudah mengunjungi kawasan industri terpadu Batang, salah satu dari mereka positif investasi di Batang," Kata Bupati Batang Wihaji saat ditemui dikantornya, Jumat (14'8/2020).
Dari tiga investor tersebut dibawa oleh Badan Koordinasi Penanan Modal (BKPM), namun bupati belum mau menyebutkan jenis bidang usaha yang akan di investasikan di Batang.
"Tidak usah saya sebut bidang usaha perussahaanya, yang jelas nvestor Korea sangat serius di KIT Batang. Karena mereka sudah mengirim surat resmi peminatan," ungkapnya.(Baca juga : Pemkab Batang Manjakan Konsumen Pasar Induk lewat Aplikasi Dotukara )
Bupati menyebutkan, dari lahan 4300 hektar kawasan KIT yang berada di Desa Ketanggan Gringsing, pada tahap pertama akan dibangun 450 hektar yang didalamnya termasuk konsep Transit Oriented Development (TOD).
Lihat Juga :