Pemkab Batang Manjakan Konsumen Pasar Induk lewat Aplikasi Dotukara
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:19 WIB
loading...
Bupati Batang Wihaji saat launching aplikasi Dotura, Kamis (13/8/2020). FOTO : Istimewa
A
A
A
BATANG - Pemkab Batang memanjakan konsumen pasar induk tradisional Batang dengan aplikasi Dotukura (Ayo Beli). Aplikasi dotukara merupakan inovasi belanja secara online yang memanfaatkan iformasi teknologi (IT) yang bisa diunduh melalui smartphone.
"Dotukura merupakan jawaban suasana kebatinan masyarakat di masa COVID-19 untuk membantu para penjual dan pembeli pedagang pasar induk tradisional Batang," kata Bupati Batang Wihaji saat launching aplikasi Dotura, Kamis (13/8/2020). (Baca: Warga Batang Positif Covrona Bertambah 4, Dari Klaster Ijtima Gowa)
Wihaji meminta aplikasi ini jangan sampai harga barang yang dibeli dan ongkos kirimnya mahal dari aplikasi lainya, Kita harus belajar dari aplikasi alainya untuk biasa bersaing. "Aplikasi Dotukura harus aplikatif karena pangsa pasarnya kelas menengah. Maka harus efektif, efisien, sederhana dan murah dan ada sesuatu yang baru untuk menraik pembeli," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperarasi dan UKM Subiyanto menjelaskan, aplikasi Dotukura merupakan hasil inovasi yang dibuat oleh warga Batang. "Pasar online ini menghemat waktu karen bisa belanja dari rumah, lebih nyaman karena sistem pembayaranya langsung di tempat atau Cash on Delivery (COD).
Aplikasi itu berisi seluruh produk yang dijual di pasar, mulai dari arang, daging, ikan hingga sayur mayur. Untuk tahap pertama, pihaknya memusatkan kegiatan jual belinya di pasar Batang. "Ada adminya sendiri nanti yang bagian mengurus pengantaran barang itu paguyuban pedagang pasar setempat," katanya.
"Dotukura merupakan jawaban suasana kebatinan masyarakat di masa COVID-19 untuk membantu para penjual dan pembeli pedagang pasar induk tradisional Batang," kata Bupati Batang Wihaji saat launching aplikasi Dotura, Kamis (13/8/2020). (Baca: Warga Batang Positif Covrona Bertambah 4, Dari Klaster Ijtima Gowa)
Wihaji meminta aplikasi ini jangan sampai harga barang yang dibeli dan ongkos kirimnya mahal dari aplikasi lainya, Kita harus belajar dari aplikasi alainya untuk biasa bersaing. "Aplikasi Dotukura harus aplikatif karena pangsa pasarnya kelas menengah. Maka harus efektif, efisien, sederhana dan murah dan ada sesuatu yang baru untuk menraik pembeli," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperarasi dan UKM Subiyanto menjelaskan, aplikasi Dotukura merupakan hasil inovasi yang dibuat oleh warga Batang. "Pasar online ini menghemat waktu karen bisa belanja dari rumah, lebih nyaman karena sistem pembayaranya langsung di tempat atau Cash on Delivery (COD).
Aplikasi itu berisi seluruh produk yang dijual di pasar, mulai dari arang, daging, ikan hingga sayur mayur. Untuk tahap pertama, pihaknya memusatkan kegiatan jual belinya di pasar Batang. "Ada adminya sendiri nanti yang bagian mengurus pengantaran barang itu paguyuban pedagang pasar setempat," katanya.
Lihat Juga :