alexametrics

Pemkot Solo Ngotot Ajukan Pemain Wayang Orang Jadi CPNS, Ini Alasannya

loading...
Pemkot Solo Ngotot Ajukan Pemain Wayang Orang Jadi CPNS, Ini Alasannya
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo akan memperjuangkan 85 pemain wayang orang menjadi CPNS. FOTO/DOK.SINDOnews
A+ A-
SOLO - Pemkot Solo, Jawa Tengah ngotot mengupayakan agar 85 pemain wayang orang Sriwedari dapat diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pasalnya 461 formasi CPNS 2018 yang diberikan pemerintah pusat, ternyata tidak mengakomodasi kuota bagi pemain wayang orang.

Dalam Surat Keputusan Kemenpan RB Nomor 349 Tahun 2018, 461 formasi didominasi tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. "Hari ini surat sudah kami kirimkan ke Menpan agar ditindaklanjuti," kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy), di Solo, Rabu (19/9/2018).

Rudy tetap berusaha memperjuangkan agar pemain wayang orang dapat diangkat sebagai CPNS. Mereka dinilai layak direkrut sebagai calon aparatur sipil negara (CASN) karena mengharumkan nama bangsa dan negara di dunia internasional. Sebab wayang orang merupakan salah satu budaya asli Indonesia. Sedangkan di Solo terdapat gedung wayang orang (GWO) Sriwedari yang pemainnya rutin manggung setiap hari.
"Statusnya seperti atlet peraih medali di Asian Games lalu. Bedanya kalau atlet berjuang di bidang olahraga, sedangkan pemain wayang orang di bidang kesenian dan kebudayaan," katanya. Jika tidak diberi penghargaan yang layak, seperti diangkat sebagai CPNS, dirinya khawatir ke depan wayang orang punah karena sudah tidak ada pemainnya.



Wali Kota mempertanyakan alasan Kemenpan RB yang tidak mengalokasikan kuota CPNS untuk pemain wayang orang karena usianya di atas 35 tahun. Saat ini, sangat sulit menemukan pemain wayang orang yang usianya di bawah 35 tahun. Sehingga, Rudy akan tetap berusaha agar pemain wayang orang Sriwedari dapat diangkat sebagai CPNS.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rachmat Sutomo mengatakan, sesuai dengan berkas yang diterimanya, 461 formasi CASN untuk Kota Solo didominasi tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Sebanyak 224 posisi untuk tenaga pendidikan, dan sisanya tenaga kesehatan. Jumlah itu lebih sedikit dari formasi yang diusulkan Pemkot Solo ke pemerintah pusat.

"Kami mengusulkan 600 formasi, termasuk 85 pemain wayang orang Sriwedari," ucapnya.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak