Armada Minim dan Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Pasar Comboran Malang
Jum'at, 13 September 2024 - 21:59 WIB
loading...
Angin kencang dan kendala armada tak mendukung membuat pemadaman api di Pasar Comboran Kota Malang sulit. Angin kencang dan kendala armada tak mendukung membuat pemadaman api di Pasar Comboran Kota Malang sulit. Foto/Avirista Aris Midaada
A
A
A
KOTA MALANG - Angin kencang dan kendala armada tak mendukung membuat pemadaman api di Pasar Comboran Kota Malang sulit. Akses titik api di lantai tiga pasar dengan ketinggian lebih dari 7 meter membuat petugas kesulitan memadamkan api.
Kepala Operasional UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Anang Yuwono mengungkapkan bila secara armada pihaknya tak memiliki unit mobil Damkar Bronto Skylift, yang mampu memadamkan api di ketinggian lebih dari 7 meter. Tingginya lokasi kebakaran membuat petugas Damkar sempat kesulitan.
Baca juga: Enam Unit Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api di Pasar Comboran Malang
"Titik api di lantai dua dan tiga, lebih dari 7 meter ketinggiannya. Kita enggak mampu dalam arti pasukan saya enggak bisa langsung naik ke atas, paling enggak kita harus berhati-hati, untuk memadamkan ini," ujar Anang Yuwono ditemui di lokasi kebakaran, Jumat (13/9/2024) malam.
Alhasil pihaknya harus memadamkan api secara manual dengan menaiki bangunan darı lantai satu hingga lantai tiga. Sementara di dalam bangunan kondisinya juga masih panas dan sulit diakses karena ada arus listrik.
Kepala Operasional UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Anang Yuwono mengungkapkan bila secara armada pihaknya tak memiliki unit mobil Damkar Bronto Skylift, yang mampu memadamkan api di ketinggian lebih dari 7 meter. Tingginya lokasi kebakaran membuat petugas Damkar sempat kesulitan.
Baca juga: Enam Unit Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api di Pasar Comboran Malang
"Titik api di lantai dua dan tiga, lebih dari 7 meter ketinggiannya. Kita enggak mampu dalam arti pasukan saya enggak bisa langsung naik ke atas, paling enggak kita harus berhati-hati, untuk memadamkan ini," ujar Anang Yuwono ditemui di lokasi kebakaran, Jumat (13/9/2024) malam.
Alhasil pihaknya harus memadamkan api secara manual dengan menaiki bangunan darı lantai satu hingga lantai tiga. Sementara di dalam bangunan kondisinya juga masih panas dan sulit diakses karena ada arus listrik.
Lihat Juga :