Menembus Batas, Mawar Sharon Peduli Sentuh Tunas-tunas Bangsa

loading...
Menembus Batas, Mawar Sharon Peduli Sentuh Tunas-tunas Bangsa
Ps Johannes Sonny volunteer MSP Juely, Grace Tanti dan Lianggono TB, usai memberikan keterangan pada wartawan di GMS Surabaya Barat. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A+ A-
SURABAYA - Yayasan Mawar Sharon Peduli atau lebih dikenal dengan sebutan MSP, bertekat untuk keluar batas tembok gereja. Lembaga yang dinaungi GMS Surabaya Barat, di bawah penggembalaan Ps Philip Mantofa yang secara resmi beroperasi pada bulan Maret 2020 ini, meluncurkan program beasiswa dan tidak rela tunas-tunas bangsa putus sekolah.

(Baca juga: Prajurit Petarung Marinir Lahir di Ganasnya Ombak Laut Selatan)

Ketua Yayasan Mawar Sharon Peduli, Lianggono TB mengatakan, programbantuan beasiswa ini diluncurkan bukan karena wabah Corona. Tetapi karena sebuah panggilan untuk menjadi jembatan dan jawaban dengan kepedulian di bidang sosial dan kemanusiaan, terutama kepada masyarakat golongan prasejahtera, supaya anak-anak cerdas dari keluarga prasejahtera tetap dapat bersekolah.

"Kami ingin berada tidak hanya sebatas kerohanian, tapi kami ingin keluar dari batas tembok gereja membawa keluarga mulai belajar arti bersyukur supaya sikap menjadi berubah," katanya.

Beasiswa MSP, kata Lianggono, tidak hanya menyasar pelajar di tingkat SD, SMP dan SMA maupun anak jalanan. Namun bagi mereka yang ingin melanjutkan ke pergurun tinggi juga bakal dibantu. Bahkan, bagi keluarga kaya yang jatuh miskin juga bakal menerima manfaatnya.



"Mungkin belum pernah terpikir, bagaimana mereka yang tiba-tiba jatuh miskin karena usahanya bangkrut," ucapnya. (Baca juga: Petugas Puskesmas Dibiarkan Terbakar di Jalan, Ini Kronologinya)

Untuk besaranbantuan beasiswa, lanjutnya, MSP sudah memiliki rumusan, yakni sekitar Rp750 ribu/orang. Saat ini, MSP membuka pintu lebar bagi para donatur yang ingin mengulurkan tangan. MSP juga membutuhkan keterbukaan sekolah-sekolah yang bisa menampung peserta didik dari keluarga prasejahtera.

"Kami akan di sana untuk menjadi jembatan, mencarikan dan memberitahu pada orang tua. Kita melihatnya generasi ke depan adalah suatu perubahan yang semakin baik untuk semua pihak," tegas Lianggono.

Selain program beasiswa, sejumlah program sosial juga menjadi priortitas MSP. Apalagi lahirnya MSP ini bertepatan dengan pandemi COVID-19. Asisten Gembala GMS Surabaya Barat, Ps Johannes Sonny menuturkan, MSP mewakili gereja tidak tinggal diam menanggapi situasi yang sedang terjadi pada masyarakat.

(Baca juga: Lereng Gunung Bromo Gempar, Ada Mayat Terbelah Dua)



Sejak bulan Maret-Juli 2020, MSP bergerak membantu kebutuhan para medis disejumlah rumah sakit. Tepat pada tanggal 25 Maret 2020, MSP menyumbangkan masker ke RS FK Unair dan RS. Soewandhi. Setelah itu para donatur mulai menyumbangkan banyak barang, sehingga selanjutnya MSP bisa menyumbangkan bantuan lainnya seperti Hazmat, Goggle, Face Shield, Gloves, Boots, Sanitizer, Alkohol, Disinfektan dan lainnya.

"Menjawab kebutuhan di awal-awal masa wabah, maka Program APD yaitu sebuah program kepedulian terhadap para tenaga medis di garda depan dan fasilitas kesehatan adalah yang pertama diluncurkan. Kelangkaan barang-barang medis menjadi perhatian, untuk itu MSP berupaya keras untuk mendapatkan APD meskipun harganya sangat mahal," tuturnya.

Program selanjutnya yaitu program Foodbank. Lewat #sayapeduli melalui FOODBANK, MSP mendistribusikanbantuan sembako untuk masyarakat yang sangat membutuhkan. Sampai dengan bulan Juli, total yang sudah didistribusikan adalah 14.507 paket melalui 42 Gereja lokal GMS di seluruh Indonesia.

Kemudian untuk hamba Tuhan, MSP juga memiliki program peduli hamba Tuhan. Sebagai wujud perhatian, MSP bekerjasama dengan PGLII dan Bimas Kristen Kemenag Surabaya, mendistribusikan Sembako. Sampai dengan bulan Juli 2020, total yang sudah disalurkan adalah 552 paket.

(Baca juga: Demi Gaya Hidup, Gadis-gadis Belia Dijual untuk Layanan Seks)

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Mawar Sharon Peduli, Grace Tanti menegaskan, penyaluran semua bantuan terutama APD dipastikan sudah tepat sasaran. Pihaknya memiliki Person In Charge (PIC) disetiap rumah sakit yang tersebar hingga pelosok Indonesia. APD tersebut telah disalurkan kepada 326 Fasilitas Kesehatan dengan rincian 175 RS dan 151 Puskesmas dan Klinik di Indonesia.

"Setiap bantuan APD tidak asal ditaruh di posko, karena setiap rumah sakit membutuhkan. Kami selalu mengabdate ke teman-teman medis bahwa bantuan sudah diterima," tandasnya.
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top