Viral Video Sekda Takalar Kampanyekan Anak Presiden Jokowi, Ini Reaksi Bawaslu
Senin, 15 Januari 2024 - 20:48 WIB
loading...
Sekda Takalar, Muhammad Hasbi videonya viral diduga mengampanyekan anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang saat ini maju menjadi Cawapres. Foto/Tangkapan Layar
A
A
A
MAKASSAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar, Muhammad Hasbi langsung menjadi buah bibir usai videonya viral diduga mengampanyekan anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka yang saat ini maju menjadi Cawapres.
Bawaslu Takalar pun langsung bereaksi dengan beredarnya video dugaan kampanye yang dilakukan Sekda Takalar, Muhammad Hasbi.
Baca juga: Viral Sekda Takalar Janjikan Pengangkatan CPNS Jika Gibran Menang Pilpres
Komisioner Bawaslu Takalar, Zahlul Padil mengungkapkan, pihaknya mulai turun tangan untuk menelusuri dugaan pelanggaran netralitas ASN tersebut.
"Ini belum, jadi laporan tidak ada, cuma inikan viral, makanya kami sekarang masih di kantor semua segera membentuk tim penelusuran. Jadi kita akan telusuri dulu sebelum jadi temuan," ungkapnya.
Koordinator Devisi Hukum Pencegahan Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) ini melanjutkan, pihaknya belum menetapkan kasus ini sebagai temuan.
"Kita belum jadikan temuan, cuma kita akan telusuri siapa-siapa yang ada di dalam. Inikan video baru bukti petunjuk, makanya kita membutuhkan lagi bukti-bukti selanjutnya," paparnya.
Bawaslu Takalar pun langsung bereaksi dengan beredarnya video dugaan kampanye yang dilakukan Sekda Takalar, Muhammad Hasbi.
Baca juga: Viral Sekda Takalar Janjikan Pengangkatan CPNS Jika Gibran Menang Pilpres
Komisioner Bawaslu Takalar, Zahlul Padil mengungkapkan, pihaknya mulai turun tangan untuk menelusuri dugaan pelanggaran netralitas ASN tersebut.
"Ini belum, jadi laporan tidak ada, cuma inikan viral, makanya kami sekarang masih di kantor semua segera membentuk tim penelusuran. Jadi kita akan telusuri dulu sebelum jadi temuan," ungkapnya.
Koordinator Devisi Hukum Pencegahan Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) ini melanjutkan, pihaknya belum menetapkan kasus ini sebagai temuan.
"Kita belum jadikan temuan, cuma kita akan telusuri siapa-siapa yang ada di dalam. Inikan video baru bukti petunjuk, makanya kita membutuhkan lagi bukti-bukti selanjutnya," paparnya.
Lihat Juga :