Mengupas Asa Vea, Bocah Penyandang Disabilitas Berkeinginan Tinggi untuk Sekolah
Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:20 WIB
loading...
Vea penyandang disabilitas ini memiliki semangat luar biasa. Meski belum bisa berjalan normal sejak bayi hingga usia 11 tahun, namun keinginannya sangat besar untuk sekolah. (Foto/Inews TV/Taufik Budi)
A
A
A
BLORA - Anak penyandang disabilitas ini memiliki semangat luar biasa. Meski belum bisa berjalan normal sejak bayi hingga usia 11 tahun, namun keinginannya sangat besar untuk mendapatkan pendidikan seperti anak sebayanya.
Namanya adalah Alenda Primavea Dewi, putri pasangan Gimin dan Adin, warga RT 1/4 Kelurahan Bangkle, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora Jawa Tengah. Bocah manis yang akrab disapa Vea ini memang menderita kelainan fisik.
Meski demikian, dia cukup fasih berhitung dan membaca. Tak kalah dengan teman-temannya yang kini sudah belajar di SD. Padahal, huruf-huruf dan angka dikenalnya hanya di bangku TK, itu pun ketika sudah berusia 8 tahun.(BACA JUGA: Presiden Jokowi Saksikan Penyuntikan Uji Klinis Vaksin Covid-19)
Ibunda Vea, Adin, mengaku tak tahu persis anaknya menderita kelainan fisik. Dia hanya mengetahui, jika anak kesayangannya itu lahir prematur. Dari situlah, Vea tak tumbuh sebagaimana anak-anak seusianya yang kini rata-rata sudah kelas V SD.
“Vea ini dulu lahir prematur, dan baru bisa duduk pada usia 8 tahun. Sehingga baru masuk sekolah TK pada usia 8 tahun tersebut,” kata Adin.
Namanya adalah Alenda Primavea Dewi, putri pasangan Gimin dan Adin, warga RT 1/4 Kelurahan Bangkle, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora Jawa Tengah. Bocah manis yang akrab disapa Vea ini memang menderita kelainan fisik.
Meski demikian, dia cukup fasih berhitung dan membaca. Tak kalah dengan teman-temannya yang kini sudah belajar di SD. Padahal, huruf-huruf dan angka dikenalnya hanya di bangku TK, itu pun ketika sudah berusia 8 tahun.(BACA JUGA: Presiden Jokowi Saksikan Penyuntikan Uji Klinis Vaksin Covid-19)
Ibunda Vea, Adin, mengaku tak tahu persis anaknya menderita kelainan fisik. Dia hanya mengetahui, jika anak kesayangannya itu lahir prematur. Dari situlah, Vea tak tumbuh sebagaimana anak-anak seusianya yang kini rata-rata sudah kelas V SD.
“Vea ini dulu lahir prematur, dan baru bisa duduk pada usia 8 tahun. Sehingga baru masuk sekolah TK pada usia 8 tahun tersebut,” kata Adin.
Lihat Juga :