Pengangkutan Potongan Pesawat TNI AU di Pasuruan Ditarget Rampung Sepekan

Minggu, 19 November 2023 - 09:07 WIB
loading...
Pengangkutan Potongan...
Bangkai pesawat Super Tucano yang jatuh di Pegunungan Tengger Pasuruan. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Bangkai pesawat Super Tucano milik TNI Angkatan Udara (AU) yang jatuh di Pasuruan belum berhasil dievakuasi. Pengangkutan nantinya akan dilakukan bertahap dari beberapa bagian pentingnya terlebih dahulu.

Salah satu yang dievakuasi terlebih dahulu adalah sistem persenjataan berupa senapan mesin, hingga cartridge tersebut diamankan ke Lapangan Udara (Lanud) Abdulrahman Saleh Malang.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati menyatakan, pasca kecelakaan dua pesawat tersebut sistem persenjataan menjadi hal vital yang membahayakan, sehingga sesegera mungkin dievakuasi oleh tim.

Baca Juga: Kenang Kolonel Subhan Korban Tewas Pesawat Jatuh di Pasuruan, Keluarga: Rencananya Pindah ke Makassar

”Setiap pesawat membawa dua senjata, senapan mesin kaliber besar, tidak ada amunisinya namun tentu juga harus diamankan, serta ada cartridge cartridge, cartridge ini adalah bahan peledak,” kata Agung Sasongkojati di Lanud Abdulrahman Saleh Malang, Sabtu (18/11/2023).

Selain senapan mesin besar, ada cartridge yang masuk kategori bahan peledak, yang biasanya untuk melontarkan kanopi, melontarkan kursi lontar, hingga bahan peledak lain untuk menurunkan roda bila macet.

Pengamanan juga dilakukan di sekitar lokasi pesawat karena aroma avtur juga masih tercium sehingga memungkinkan bila terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

”Bahan-bahan produk ini sudah diamankan sehingga pesawat ini sudah aman bagi warga. Kalau tidak ini sangat berbahaya, jadi pesawat ini adalah pesawat militer yang tidak pesawat biasa yang bisa dipegang sembarangan,” terangnya.

Baca Juga: Jadi Korban Tragedi Super Tucano, Kolonel Pnb. Subhan Baru Menuntaskan Misi Kemanusiaan di Gaza

Pengangkutan potongan pesawat sendiri nantinya ditargetkan Agung akan berlangsung hingga satu pekan ke depan.

Caranya dengan dipotong-potong manual dan kemudian diangkut ke darat, selanjutnya dibawa Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI (Puslaiklambangjaau) dan Skuadron Teknik ke Lapangan Udara (Lanud) Abdulrahman Saleh Malang.

”Dan juga untuk tenggat waktu Insya Allah moga-moga dalam waktu seminggu bisa diangkut semuanya, nanti bisa dilihat di sana teman-teman untuk bisa dilihat proses pengangkutan. Saat ini belum pengangkutan, yang sudah diangkut adalah senjata,” pungkasnya.

Sebelumnya, kecelakaan dua pesawat TNI AU jenis Super Tucano terjadi di perbukitan Pegunungan Tengger tepatnya di Dusun Keduwung, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.



Kedua pesawat ini bersama dua pesawat lainnya tengah menjalani latihan formasi terbang dari Lanud Abdulrahman Saleh Malang, pada Kamis (16/11) sekitar pukul 10.51 WIB.

Pesawat dengan nomor ekor TT-3111 di dalamnya yakni Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Frontseater) dan Kolonel Adm Widiono (Backseater).

Sementara untuk pesawat bernomor eko TT-3103, dua awak di dalamnya yakni Mayor Pnb Yuda A. Seta (Frontseater) dan Kolonel Pnb Subhan (Backseater). Dugaan cuaca buruk berupa gumpalan awan menyelimuti sekitar lokasi kejadian.

Empat pesawat sempat masuk ke dalam awan itu, di mana dua pesawat berhasil lolos dan keluar dari awan. Sementara dua pesawat lain hilang kontak hingga dinyatakan ditemukan terjatuh pada pukul 11.18 WIB.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tongkat Komando Lanud...
Tongkat Komando Lanud Manuhua Biak Beralih ke Kolonel Rohmat Kusmayadi
Ekor Helikopter PK-CFX...
Ekor Helikopter PK-CFX yang Hilang Kontak Ditemukan di Sekadau Kalbar
Lanud Supadio Kerahkan...
Lanud Supadio Kerahkan Super Puma Cari Helikopter PK-CFX yang Hilang di Sekadau Kalbar
Jenazah Pilot Pesawat...
Jenazah Pilot Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Krayan Dibawa ke Jakarta Besok
Ini Penampakan Pesawat...
Ini Penampakan Pesawat Pengangkut BBM yang Jatuh di Kaltara
Pilot Pelita Air yang...
Pilot Pelita Air yang Jatuh Dievakuasi ke RS Pratama Long Bawan, Ini Identitasnya
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved