alexametrics

Cerita di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Arabika Jampit

loading...
Cerita di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Arabika Jampit
Pekerja memanen dan memproses biji kopi arabika di perkebunan PTPN XII, Kalisat Jampit, Bondowoso, Jawa Timur. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A+ A-
BONDOWOSO - Hitam tak selalu kotor, pahit tak harus sedih. Begitulah cerita tak berujung dari nikmatnya secangkir kopi. Biji-biji emas hitam itu saat ini bukan saja menjadi salah komoditas andalan Indonesia, tapi juga menjadi gaya hidup yang tak mengenal kelas.

(Baca juga: Memetik Kopi Arabika di Kaki Gunung Ijen Bondowoso)

Maklum saja, ternyata kenikmatan yang dihadirkan disetiap sudut ruang itu tidak "bim salabim" langsung saja jadi. Ada proses panjang dan ketulusan dari tangan-tangan para petani yang berada jauh dari gemerlapnya kota. Bukan di lahan datar yang mudah dilalui, para petani harus berjuang menaklukkan medan terjal perbukitan untuk menghasilkan kopi dengan kuwalitas beken.

Salah satunya yakni di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Daerah yang menobatkan diri sebagai Republik Kopi itu menjadi surganya para petani kopi. Meski terkenal dengan kawasan kering, beragam jenis kopi tumbuh subur menghijaukan perbukitan Gunung Ijen tersebut.



Cerita di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Arabika Jampit


Alhasil, dengan ketinggian antara 1.100-1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), kopi yang diproduksi pun bukan kelas kaleng-kaleng. Bahkan bisa menembus pasar mancanegara, terutama kopi Arabika dari perkebunan kopi PT Perkebunan Nusantara XII yang memiliki cita rasa khas.



(Baca juga: Via Vallen Naiki 'Hulk' Sebelum Disembelih untuk Kurban)

Asisten Teknik Pengolahan (Astekpol) PT Perkebunan Nusantara XII Kalisat Jampit, Gunadi menuturkan, ada proses panjang yang harus dilalui untuk menghasilkan kopi Arabika yang memiliki kualitas premium. Dibutuhkan waktu selama empat tahun dari awal tanam bibit hingga siap produksi.
halaman ke-1 dari 4
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak