Cerita di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Arabika Jampit

Jum'at, 31 Juli 2020 - 15:33 WIB
loading...
Cerita di Balik Nikmatnya...
Pekerja memanen dan memproses biji kopi arabika di perkebunan PTPN XII, Kalisat Jampit, Bondowoso, Jawa Timur. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A A A
BONDOWOSO - Hitam tak selalu kotor, pahit tak harus sedih. Begitulah cerita tak berujung dari nikmatnya secangkir kopi . Biji-biji emas hitam itu saat ini bukan saja menjadi salah komoditas andalan Indonesia, tapi juga menjadi gaya hidup yang tak mengenal kelas.

(Baca juga: Memetik Kopi Arabika di Kaki Gunung Ijen Bondowoso )

Maklum saja, ternyata kenikmatan yang dihadirkan disetiap sudut ruang itu tidak "bim salabim" langsung saja jadi. Ada proses panjang dan ketulusan dari tangan-tangan para petani yang berada jauh dari gemerlapnya kota. Bukan di lahan datar yang mudah dilalui, para petani harus berjuang menaklukkan medan terjal perbukitan untuk menghasilkan kopi dengan kuwalitas beken.

Salah satunya yakni di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Daerah yang menobatkan diri sebagai Republik Kopi itu menjadi surganya para petani kopi . Meski terkenal dengan kawasan kering, beragam jenis kopi tumbuh subur menghijaukan perbukitan Gunung Ijen tersebut.

Cerita di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Arabika Jampit


Alhasil, dengan ketinggian antara 1.100-1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), kopi yang diproduksi pun bukan kelas kaleng-kaleng. Bahkan bisa menembus pasar mancanegara, terutama kopi Arabika dari perkebunan kopi PT Perkebunan Nusantara XII yang memiliki cita rasa khas.

(Baca juga: Via Vallen Naiki 'Hulk' Sebelum Disembelih untuk Kurban )

Asisten Teknik Pengolahan (Astekpol) PT Perkebunan Nusantara XII Kalisat Jampit, Gunadi menuturkan, ada proses panjang yang harus dilalui untuk menghasilkan kopi Arabika yang memiliki kualitas premium. Dibutuhkan waktu selama empat tahun dari awal tanam bibit hingga siap produksi.

"Dari awal tanam ada Tanaman Tahun Akan Datang (TTAD), yaitu dengan membuat lubang tanam untuk tanaman tahun ini. Itu ada pemeliharaan tahun pertama, kedua dan ketiga," katanya.

Gunadi mengatakan, pada tahun ketiga itulah sebagian pohon kopi sudah ada yang mulai belajar buah, tapi baru belajar. Baru pada tahun keempat sudah mulai produksi. Jika pohon dan kondisi cuaca normal, pada bulan Mei sampai September sudah mulai panen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Demi Keselamatan Pekerja,...
Demi Keselamatan Pekerja, SPBUN Gelar Aksi Damai di Lereng Ijen
Perusakan Kebun Kopi...
Perusakan Kebun Kopi di Bondowoso Bikin Warga Kehilangan Nafkah
Bupati Bondowoso Pimpin...
Bupati Bondowoso Pimpin Pawai 999 Obor 1 Muharam
Bank Jatim Serahkan...
Bank Jatim Serahkan Bantuan ke Pemkot Batu dan Pemkab Bondowoso
Studi Ungkap Minum Kopi...
Studi Ungkap Minum Kopi Pagi Hari Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
Tren Kedai Kopi dan...
Tren Kedai Kopi dan Makanan Melonjak, Dorong Transformasi Industri F&B
Rekomendasi
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved