224 Desa di Sumsel Mendapatkan Alokasi P3TGAI
Rabu, 29 April 2020 - 14:52 WIB
loading...
224 Desa di Sumsel Mendapatkan Alokasi P3TGAI. Foto/SINDOnews/Dede Feb
A
A
A
PALEMBANG - Pemerintah kembali menggulirkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) untuk mendorong perekonomian pedesaan yang terdampak COVID-19 serta meningkatkan saluran irigasi tersier di Sumsel.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Birendrajana mengatakan, untuk tahun ini Kementerian PUPR melalui Balai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) mengalokasikan anggaran sebesar Rp48 miliar untuk pelaksanaan P3TGAI di 246 lokasi desa yang tersebar di Sumsel, Bangka Belitung dan Lampung.
Dijelaskan Birend, sebanyak 224 desa di Sumsel akan mendapat alokasi P3TGAI, Lampung 6 Desa dan Babel 16 desa. Ini merupakan program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai (PKT) yang bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Selain untuk mengurangi angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi di kawasan perdesaan. Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi masyarakat, sehingga perekonomian di desa tetap berjalan," ujar Birend saat diwawancarai SINDOnews di kantornya, Rabu (29/04/2020).
Birend meyakini, jika program ini dapat mendorong perekonomian di pedesaan karena setiap desa akan menerima anggaran sebesar Rp195 juta untuk setiap program yang dilaksanakan.
Belum lagi jumlah tenaga kerja yang terserap mampu memberikan lapangan kerja bagi mereka yang kehilangan pekerjaan selama wabah Corona.
"Setiap kegiatan itu tenaga kerja yang terlibat sekitar 20-30 orang. Bila dijumlahkan dengan kegiatan yang ada, maka lebih dari 7.000 orang akan terserap melalui program ini," jelasnya.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Birendrajana mengatakan, untuk tahun ini Kementerian PUPR melalui Balai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) mengalokasikan anggaran sebesar Rp48 miliar untuk pelaksanaan P3TGAI di 246 lokasi desa yang tersebar di Sumsel, Bangka Belitung dan Lampung.
Dijelaskan Birend, sebanyak 224 desa di Sumsel akan mendapat alokasi P3TGAI, Lampung 6 Desa dan Babel 16 desa. Ini merupakan program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai (PKT) yang bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Selain untuk mengurangi angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi di kawasan perdesaan. Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi masyarakat, sehingga perekonomian di desa tetap berjalan," ujar Birend saat diwawancarai SINDOnews di kantornya, Rabu (29/04/2020).
Birend meyakini, jika program ini dapat mendorong perekonomian di pedesaan karena setiap desa akan menerima anggaran sebesar Rp195 juta untuk setiap program yang dilaksanakan.
Belum lagi jumlah tenaga kerja yang terserap mampu memberikan lapangan kerja bagi mereka yang kehilangan pekerjaan selama wabah Corona.
"Setiap kegiatan itu tenaga kerja yang terlibat sekitar 20-30 orang. Bila dijumlahkan dengan kegiatan yang ada, maka lebih dari 7.000 orang akan terserap melalui program ini," jelasnya.
Lihat Juga :