Kisah Mistis Trunojoyo Semedi Sebelum Perang di Sumur Daksan
Selasa, 13 Juni 2023 - 13:41 WIB
loading...
Sumur Daksan di Dalpenang, Sampang, Madura merupakan tempat mistis yang pernah dipakai bertapa Pangeran Trunojoyo sebelum perang melawan penjajah Belanda. Foto/MPI/Diwan Mohammad Zahri
A
A
A
SAMPANG - SITUS Sumur Daksan di Kelurahan Dalpenang yang berjarak kurang lebih 200 meter dari pusat Kota Sampang, Madura, Jawa Timur dipercaya memiliki kekuatan mistis. Sumur tua ini mempunyai bentuk mirip seperti jurang dengan kedalaman yang mencapai kira-kira 4 meter.
Uniknya, selain berisi air seperti pada umumnya sebuah sumur, di area tersebut juga ada sebuah tempat untuk bertapa atau bersemedi.
Baca juga: Cerita Mistis Raja Pajang Sultan Hadiwijaya Dikalahkan Pasukan Gaib Mataram Pimpinan Panembahan Senopati
Sumur Daksan merupakan sebuah tempat pertapaan dari Pangeran Trunojoyo pada masa penjajahan Belanda.
Menurut cerita para sesepuh yang ada di sana, Trunojoyo pada saat sebelum berangkat berperang menyempatkan untuk terlebih dahulu bertapa di Sumur Daksan.
Lalu menjelang maju bertempur melawan musuh di medan perang, beliau juga mencium tangan serta melewati ‘kangkangan’ (di antara kedua kaki ibunya) untuk memohon ampun dan meminta doa restu keikhlasannya.
Berkat pertolongan dan lindungan Yang Maha Kuasa semata-mata, Trunojoyo berulang kali menghadapai pertarungan hebat dan syukurlah bisa mencapai kemenangan yang mengesankan.
Baca juga: Ini Ramalan Ranggawarsita mengenai Pemimpin Indonesia, dari Bung Karno hingga yang Paling Ditunggu
Uniknya, selain berisi air seperti pada umumnya sebuah sumur, di area tersebut juga ada sebuah tempat untuk bertapa atau bersemedi.
Baca juga: Cerita Mistis Raja Pajang Sultan Hadiwijaya Dikalahkan Pasukan Gaib Mataram Pimpinan Panembahan Senopati
Sumur Daksan merupakan sebuah tempat pertapaan dari Pangeran Trunojoyo pada masa penjajahan Belanda.
Menurut cerita para sesepuh yang ada di sana, Trunojoyo pada saat sebelum berangkat berperang menyempatkan untuk terlebih dahulu bertapa di Sumur Daksan.
Lalu menjelang maju bertempur melawan musuh di medan perang, beliau juga mencium tangan serta melewati ‘kangkangan’ (di antara kedua kaki ibunya) untuk memohon ampun dan meminta doa restu keikhlasannya.
Berkat pertolongan dan lindungan Yang Maha Kuasa semata-mata, Trunojoyo berulang kali menghadapai pertarungan hebat dan syukurlah bisa mencapai kemenangan yang mengesankan.
Baca juga: Ini Ramalan Ranggawarsita mengenai Pemimpin Indonesia, dari Bung Karno hingga yang Paling Ditunggu
Lihat Juga :