Keluarga Histeris dan Berusaha Ambil Paksa Jenazah COVID-19 di Surabaya
Kamis, 23 Juli 2020 - 03:29 WIB
loading...
A
A
A
Keluarga pun menolak pemulasaran jenazah warga ke Dinding Lor ini sesuai dengan protokol COVID-19.
Jerit tangis histeris keluarga akhirnya pecah setelah dari hasil mediasi pihak rumah sakit dan kepolisian dengan keluarga tetap menyatakan Sukiman yang berusia 55 tahun meninggal akibat terinfeksi COVID-19. Bahkan salah seorang keluarga sempat jatuh pingsan setelah berteriak histeris. (BACA JUGA: Rindu Tatap Muka, Puluhan Siswa SD di Ciamis Belajar di Masjid)
“Keluarga saya meninggal bukan karena COVID-19 tapi kenapa harus kayak gini. Meninggalnya ini karena sakit stroke bukan akibat covid-19,” kata Lina, seorang keluarga.
Emosi serta tindakan nekat keluarga Sukiman dengan hendak membawa pulang jenazah untuk dimakamkan di pemakaman umum diduga disebabkan karena ketidakpahaman serta informasi salah yang mereka terima. (BACA JUGA: Ini Sosok Edgar Berlanga, Petinju Sadis Raja Menang 14 KO Ronde 1)
“Keluarga bersikeras kalau meninggalnya bukan covid karena berdasar pengakuan dari keluarga kemarin masih sehat. Terlebih keluarga nampaknya mendapatkan informasi yang salah soal COVID-19,” kata kapolsek simokerto AKP Rian Septi.
Meski sempat muncul penolakan, namun keluarga akhirnya menerima dan bersedia jenazah dimakamkan di pemakaman khusus COVID-19 di pemakaman Keputih Sukolilo Surabaya.
Jerit tangis histeris keluarga akhirnya pecah setelah dari hasil mediasi pihak rumah sakit dan kepolisian dengan keluarga tetap menyatakan Sukiman yang berusia 55 tahun meninggal akibat terinfeksi COVID-19. Bahkan salah seorang keluarga sempat jatuh pingsan setelah berteriak histeris. (BACA JUGA: Rindu Tatap Muka, Puluhan Siswa SD di Ciamis Belajar di Masjid)
“Keluarga saya meninggal bukan karena COVID-19 tapi kenapa harus kayak gini. Meninggalnya ini karena sakit stroke bukan akibat covid-19,” kata Lina, seorang keluarga.
Emosi serta tindakan nekat keluarga Sukiman dengan hendak membawa pulang jenazah untuk dimakamkan di pemakaman umum diduga disebabkan karena ketidakpahaman serta informasi salah yang mereka terima. (BACA JUGA: Ini Sosok Edgar Berlanga, Petinju Sadis Raja Menang 14 KO Ronde 1)
“Keluarga bersikeras kalau meninggalnya bukan covid karena berdasar pengakuan dari keluarga kemarin masih sehat. Terlebih keluarga nampaknya mendapatkan informasi yang salah soal COVID-19,” kata kapolsek simokerto AKP Rian Septi.
Meski sempat muncul penolakan, namun keluarga akhirnya menerima dan bersedia jenazah dimakamkan di pemakaman khusus COVID-19 di pemakaman Keputih Sukolilo Surabaya.
(vit)
Lihat Juga :