Datangi Rumah Sakit, AKBP RM Jauhari Redam Emosi Penolak Pemulasaran Jenazah COVID-19
Selasa, 27 Juli 2021 - 18:51 WIB
loading...
Kapolres Probolinggo Kota, AKBP R.M Jauhari mendatangi RSUD Dr. Moch Saleh Kota Probolinggo, untuk meredam upaya penolakan pemulasaran jenazah COVID-19. Foto/Dok. Polres Probolinggo Kota
A
A
A
PROBOLINGGO - Ada upaya penolakan pemulasaraan jenazah pasien COVID-19 , menggunakan protokol kesehatan di RSUD dr. Moch. Saleh Kota Probolinggo, Selasa (27/7/2021). Beruntung Kapolres Probolinggo Kota, RM. Jauhari langsung mendatangi rumah sakit untuk melakukan mediasi.
Baca juga: Julianti, Aktivis Muslimat NU yang Menyerahkan Diri Berjibaku Tangani Jenazah COVID-19
Direktur RSUD dr. Moch. Saleh Kota Probolinggo, Abroor Kuddah telah menjelaskan kepada anggota keluarga pasien, bahwa pasien tersebut meninggal akibat positif COVID-19 . "Hasil swab PCR menyatakan bahwa almarhum positif COVID-19 ," ujarnya.
Salah satu perwakilan keluarga merasa keberatan, dan menolak almarhum akan dimakamkan secara protokol kesehatan . Namun setelah dilakukan mediasi dan edukasi oleh RM. Jauhari, akhirnya keluarga pasien mau mengerti dan menerima untuk dilakukan pemulasaran jenazah dengan protokol kesehatan.
Baca juga: Menyedihkan, Dibelit Kemiskinan Kakek 85 Tahun Tinggal di WC Umum Dalam Kondisi Lumpuh
"Masyarakat harus dapat memahami, bahwa COVID-19 ini benar-benar ada, dan dapat menular dengan cepat. Jangan termakan oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya," jelas Jauhari.
Baca juga: Julianti, Aktivis Muslimat NU yang Menyerahkan Diri Berjibaku Tangani Jenazah COVID-19
Direktur RSUD dr. Moch. Saleh Kota Probolinggo, Abroor Kuddah telah menjelaskan kepada anggota keluarga pasien, bahwa pasien tersebut meninggal akibat positif COVID-19 . "Hasil swab PCR menyatakan bahwa almarhum positif COVID-19 ," ujarnya.
Salah satu perwakilan keluarga merasa keberatan, dan menolak almarhum akan dimakamkan secara protokol kesehatan . Namun setelah dilakukan mediasi dan edukasi oleh RM. Jauhari, akhirnya keluarga pasien mau mengerti dan menerima untuk dilakukan pemulasaran jenazah dengan protokol kesehatan.
Baca juga: Menyedihkan, Dibelit Kemiskinan Kakek 85 Tahun Tinggal di WC Umum Dalam Kondisi Lumpuh
"Masyarakat harus dapat memahami, bahwa COVID-19 ini benar-benar ada, dan dapat menular dengan cepat. Jangan termakan oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya," jelas Jauhari.
Lihat Juga :