Telusuri Gang Sempit, HD Temui Warganya yang Produktif Ditengah Corona
Rabu, 15 Juli 2020 - 07:48 WIB
loading...
Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru ditemani Istri Febrita Lustia Herman Deru dan Anak bungsunya Ratu Tenny Leriva HD, berhenti sejenak di kawasan Jalan Aiptu Wahab, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Selasa (14/07/
A
A
A
PALEMBANG - Diperjalanan sebelum menuju tempat kegiatan ajang pelatihan atlit dayung di Kecamatan Jakabaring, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru ditemani Istri Febrita Lustia Herman Deru dan Anak bungsunya Ratu Tenny Leriva HD, berhenti sejenak di kawasan Jalan Aiptu Wahab, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I.
Kawasan tersebut rupanya merupakan tempat pengerajin salah satu kain khas Kota Palembang yakni kain jumputan. Untuk menjumpai pengerajin kain jumputan, Gubernur bersama istri dan anaknya menyusuri gang-gang sempit yang dipadati oleh rumah warga.
Seisi kampung jumputan ini dihuni oleh para pengrajin jumputan, yang menjual berbagai jenis kain jumputan selain bisa membeli, masyarakat yang datang juga dapat melihat langsung bagaimana pembuatan dari kain jumputan yang sangat cantik oleh warnanya yang ragam menyerupai pelangi. Sepanjang jalan menyusuri lorong-lorong kecil, dari kejauhan sudah terlihat jajaran jumputan yang bergantungan dijemur oleh para pengerajin.
Gubernur Provini Sumsel H. Herman Deru mengatakan, Ia sengaja datang langsung ke zona industri yang tumbuh murni dari masyarakat, yakni pengrajin jumputan yang merupakan kain kebanggaan masyarakat Provinsi Sumsel. Meski saat ini teknologi pembuatan kain jumputan sudah maju, Ia masih membanggakan masyarakat yang membuat kain jumputan dengan cara tradisional atau tidak memakai mesin.
“Dari awal racikan pewarnaan sampai dengan finishing semua ditangani masyarakat disekitar sini secara langsung. Ini kita perlu perkenalkan bahwa di wilayah Sumsel ini masih sangat setia, mereka tidak goyah dengan tangan-tangan halus dan keluarga yang mmpertahankan kerarifan lokal,” ungkapnya
Kawasan tersebut rupanya merupakan tempat pengerajin salah satu kain khas Kota Palembang yakni kain jumputan. Untuk menjumpai pengerajin kain jumputan, Gubernur bersama istri dan anaknya menyusuri gang-gang sempit yang dipadati oleh rumah warga.
Seisi kampung jumputan ini dihuni oleh para pengrajin jumputan, yang menjual berbagai jenis kain jumputan selain bisa membeli, masyarakat yang datang juga dapat melihat langsung bagaimana pembuatan dari kain jumputan yang sangat cantik oleh warnanya yang ragam menyerupai pelangi. Sepanjang jalan menyusuri lorong-lorong kecil, dari kejauhan sudah terlihat jajaran jumputan yang bergantungan dijemur oleh para pengerajin.
Gubernur Provini Sumsel H. Herman Deru mengatakan, Ia sengaja datang langsung ke zona industri yang tumbuh murni dari masyarakat, yakni pengrajin jumputan yang merupakan kain kebanggaan masyarakat Provinsi Sumsel. Meski saat ini teknologi pembuatan kain jumputan sudah maju, Ia masih membanggakan masyarakat yang membuat kain jumputan dengan cara tradisional atau tidak memakai mesin.
“Dari awal racikan pewarnaan sampai dengan finishing semua ditangani masyarakat disekitar sini secara langsung. Ini kita perlu perkenalkan bahwa di wilayah Sumsel ini masih sangat setia, mereka tidak goyah dengan tangan-tangan halus dan keluarga yang mmpertahankan kerarifan lokal,” ungkapnya
Lihat Juga :