alexametrics

Gus Yasin Cerita Awal Mula Kakaknya Terpapar Corona

loading...
Gus Yasin Cerita Awal Mula Kakaknya Terpapar Corona
Almarhum KH Majid Kamil MZ. FOTO : DOK SINDOnews
A+ A-
SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengungkapkan kronologi kakaknya Majid Kamil yang meninggal akibat COVID-19. Penularan itu disebut bukan berasal dari lingkungan Pondok Pesantren Al Anwar Rembang.

"Kronologinya kalau kita kaitkan dengan kegiatan di pondok pesantren. Pondok pesantren itu masuk sudah sejak tanggal 2 Juni, artinya sudah ada space setengah bulan, 20 hari," kata Taj Yasin, kepada awak media.

Menurut politikus PPP itu, kakaknya diduga terpapar COVID-19 dari luar lingkungan ponpes. Sebab sebagai Ketua DPRD Rembang, Gus Kamil akan banyak berinteraksi dengan masyarakat maupun pejabat pemerintahan.

"20 hari lebih artinya ada sekitar 1 bulan ya (Gus Kamil tak ada gejala COVID-19), karena Gus Kamil itu tanggal 2 (Juli) itu beliau sakit. Artinya sudah satu bulan penuh tidak ada gejala dan lain sebagainya di lingkungan pondok pesantren," jelasnya.



Terlebih, angka kasus COVID-19 di Rembang cenderung meningkat sehingga potensi penularan akan semakin besar. "Kita tahu bahwa di Rembang ini saat ini kan pandemi COVID-19 peningkatan kurvanya tinggi dan di daerah Sarang sendiri sudah dimasukkan ke zona merah, apalagi ada yang sudah meninggal dan sebagainya," terangnya.

Sekadar diketahui, Majid Kamil juga menjadi salah satu pengasuh di Pesantren Al Anwar sehingga sering berkunjung ke santri. Selain itu, lokasi rumahnya pun berdekatan dengan lingkungan pesantren.



Gus Kamil meninggal dunia, Minggu 12 Juli malam, di RSUD dr R Soetrasno Rembang. Pria yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Rembang itu mendapatkan perawatan medis di rumah sakit sejak 6 Juli dan menjadi pasien dalam perawatan (PDP) COVID-19.(Baca juga : Ketuanya Positif COVID-19, Anggota DPRD Rembang Jalani Tes Usap)
(nun)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak