Kepala BSKDN Dorong Kabupaten Klaten Rancang Budaya Inovasi
Kamis, 27 Februari 2025 - 22:20 WIB
loading...
Kepala BSKDN Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo narasumber dalam kegiatan Diklat Inisiasi Inovasi Daerah di Klaten pada Kamis (27/2/2025). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengapresiasi Klaten atas pencapaiannya sebagai kabupaten dengan predikat sangat inovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2024. Sejalan dengan itu, Yusharto menegaskan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut melalui penguatan ekosistem inovasi di daerah.
Yusharto menjelaskan terkait pentingnya inovasi sebagai kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah. Dia menegaskan, inovasi harus dibudayakan di setiap lini pemerintahan.
"Pekerjaan pemerintah adalah merekayasa konstruksi sosial menuju masyarakat yang ideal. Pemerintah Kabupaten Klaten perlu merancang strategi untuk membentuk budaya inovasi yang dapat diterima dan diadopsi oleh masyarakatnya," katanya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diklat Inisiasi Inovasi Daerah di Klaten pada Kamis (27/2/2025).
Dalam paparanya, Yusharto juga menyoroti pentingnya replikasi inovasi dari daerah lain yang telah berhasil. Menurutnya, adopsi praktik terbaik dari daerah inovatif dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan daya saing daerah secara lebih efektif.
"Replikasi dapat dilakukan secara mandiri oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) masing-masing dengan mencari dan menerapkan inovasi yang relevan," katanya.
Dirinya juga mengingatkan agar setiap inovasi yang dikembangkan memperhatikan kaidah serta norma yang berlaku, termasuk dalam pemilihan nama inovasi yang akan digunakan.
"Hindari penggunaan nama inovasi yang memiliki konotasi buruk. Ingat, inovasi yang kita hasilkan berpotensi direplikasi secara nasional, sehingga harus sesuai dengan nilai moral yang diterima secara luas," tambahnya.
Yusharto menjelaskan terkait pentingnya inovasi sebagai kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah. Dia menegaskan, inovasi harus dibudayakan di setiap lini pemerintahan.
"Pekerjaan pemerintah adalah merekayasa konstruksi sosial menuju masyarakat yang ideal. Pemerintah Kabupaten Klaten perlu merancang strategi untuk membentuk budaya inovasi yang dapat diterima dan diadopsi oleh masyarakatnya," katanya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diklat Inisiasi Inovasi Daerah di Klaten pada Kamis (27/2/2025).
Dalam paparanya, Yusharto juga menyoroti pentingnya replikasi inovasi dari daerah lain yang telah berhasil. Menurutnya, adopsi praktik terbaik dari daerah inovatif dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan daya saing daerah secara lebih efektif.
"Replikasi dapat dilakukan secara mandiri oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) masing-masing dengan mencari dan menerapkan inovasi yang relevan," katanya.
Dirinya juga mengingatkan agar setiap inovasi yang dikembangkan memperhatikan kaidah serta norma yang berlaku, termasuk dalam pemilihan nama inovasi yang akan digunakan.
"Hindari penggunaan nama inovasi yang memiliki konotasi buruk. Ingat, inovasi yang kita hasilkan berpotensi direplikasi secara nasional, sehingga harus sesuai dengan nilai moral yang diterima secara luas," tambahnya.
Lihat Juga :