Jelang PSBB di Prabumulih Pejabat dan Pengunjung Pasar Tak Terapkan Physical Distancing
Sabtu, 16 Mei 2020 - 15:12 WIB
mensosialisasikan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), agar dapat memutus mata rantai corona virus disease (COVID-19) yang akan dilaksanakan usai Hari Raya Idul Fitri mendatang kepada masyarakat seperti yang dilakukan di Pasar Tradisiona
PRABUMULIH - Pemerintah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, terus mensosialisasikan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar ( PSBB ), agar dapat memutus mata rantai corona virus disease (COVID-19) yang akan dilaksanakan usai Hari Raya Idul Fitri mendatang kepada masyarakat seperti yang dilakukan di Pasar Tradisional Modern, Sabtu (1/4/2020).
Sayangnya, saat sosialisasi yang disertai pembagian masker kepada pedagang dan pembeli di kawasan Pasar Tradisional Medern (PTM) pukul 06.00 WIB, yang diketuai Asisten I dan Dinas Kesehatan Kota Prabumulih ini, terlihat tidak menerapkan sosial distancing dan physical distancing. (Baca: Anggota TNI yang Tewas dengan Organ Hilang Ternyata Dibunuh Preman)
“Padahal mereka yang minta kita pakai masker dan jaga jarak, tapi malah mereka sendiri yang memberikan contoh tidak baik dengan tidak menerapkan social dan physical distancing,” ujar salah satu pedagang di Pasar PTM disela-sela sosilalisasi dan pembagian masker, Sabtu pagi tadi (16/5/2020).
Sayangnya, saat sosialisasi yang disertai pembagian masker kepada pedagang dan pembeli di kawasan Pasar Tradisional Medern (PTM) pukul 06.00 WIB, yang diketuai Asisten I dan Dinas Kesehatan Kota Prabumulih ini, terlihat tidak menerapkan sosial distancing dan physical distancing. (Baca: Anggota TNI yang Tewas dengan Organ Hilang Ternyata Dibunuh Preman)
“Padahal mereka yang minta kita pakai masker dan jaga jarak, tapi malah mereka sendiri yang memberikan contoh tidak baik dengan tidak menerapkan social dan physical distancing,” ujar salah satu pedagang di Pasar PTM disela-sela sosilalisasi dan pembagian masker, Sabtu pagi tadi (16/5/2020).
Lihat Juga :