PPKM Dinilai Belum Efektif Tekan Kasus COVID-19 di Jawa Timur
Jum'at, 22 Januari 2021 - 20:29 WIB
Sebab, rantai penularan virus bisa diputus dengan pembatasan pergerakan dan pembatasan interaksi."Saya harap pemerintah lebih gencar dalam melakukan testing dan tracing. Sehingga kasus yang ada di bawah permukaan cepat teratasi serta menghentikan penularan,” terangnya. Baca juga: Banyak Panti Pijat Nekat Buka Selama PPKM, Petugas Bakal Tindak
Penularan virus, kata dia, hanya bisa dihentikan jika ada pembatasan pergerakan sosial. Jadi, bukan hanya sebatas memakai masker dan cuci tangan menggunakan sabun. Menjaga jarak lebih dari 2 meter, kata dia, mengurasi risiko penularan hingga 85%. "Sehingga tinggal 15%. Mengenakan masker medis 70%. Mengenakan masker kain 45% dan cuci tangan pakai sabun sebesar 35%. Jadi, meskipun mengenakan masker, tapi tidak menjaga jarak, risiko penularan tetap tinggi. Intinya batasi pergerakan," kata dr Windhu.
Di sisi lain, dia memprediksi Jatim sedang menuju gelombang kedua kasus COVID-19 . Jika tidak ada antisipasi yang tepat terhadap mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun 2020, pada awal Januari 2021, kasus aktif di Jatim akan meningkat signifikan. "Kami meminta agar pemerintah segera mengambil kebijakan yang bisa membatasi interaksi antar orang. Ini merupakan satu-satunya cara mengendalikan kasus COVID-19," terangnya.
Penularan virus, kata dia, hanya bisa dihentikan jika ada pembatasan pergerakan sosial. Jadi, bukan hanya sebatas memakai masker dan cuci tangan menggunakan sabun. Menjaga jarak lebih dari 2 meter, kata dia, mengurasi risiko penularan hingga 85%. "Sehingga tinggal 15%. Mengenakan masker medis 70%. Mengenakan masker kain 45% dan cuci tangan pakai sabun sebesar 35%. Jadi, meskipun mengenakan masker, tapi tidak menjaga jarak, risiko penularan tetap tinggi. Intinya batasi pergerakan," kata dr Windhu.
Di sisi lain, dia memprediksi Jatim sedang menuju gelombang kedua kasus COVID-19 . Jika tidak ada antisipasi yang tepat terhadap mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun 2020, pada awal Januari 2021, kasus aktif di Jatim akan meningkat signifikan. "Kami meminta agar pemerintah segera mengambil kebijakan yang bisa membatasi interaksi antar orang. Ini merupakan satu-satunya cara mengendalikan kasus COVID-19," terangnya.
(don)
Lihat Juga :